Beranda Hukum Kriminal Inilah Deretan Peristiwa yang Gemparkan Blitar Raya Sepanjang 2018

Inilah Deretan Peristiwa yang Gemparkan Blitar Raya Sepanjang 2018

BERBAGI
Trijanto menunjukkan surat laporan terhadap Y dan T.(foto: Ana Alana)

AGTVnews.com – Sejumlah peristiwa menggemparkan terjadi di Blitar Raya sepanjang tahun 2018. Apa saja peristiwa yang menggegerkan Bumi Bung Karno itu sepanjang 2018?

Berikut daftar peristiwa yang terjadi selama setahun di wilayah Kabupaten Blitar dan Kota Blitar :

1. Tim Saber Pungli OTT di Dispendukcapil Kabupaten Blitar

Awal tahun 2018 tepatnya Kamis (3/1/2018) Tim Saber Pungli Polres Blitar mengamankan tiga orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Blitar. Mereka yang terkena OTT karena melakukan praktek percaloan pengurusan administrsi kependudukan.

Menurut Kapolres Blitar kala itu AKBP Slamet Waloya, tiga orang tersebut dua merupakan calo, sementara satu orang oknum PNS.

2. Puluhan Warga Doko Keracunan Nasi Kenduri

Peristiwa keracunan lagi-lagi terjadi di Kabupaten Blitar, Jumat (16/2/2018). Puluhan warga Dusun Jatiroto, Kecamatan Doko, Blitar keracunan setelah menyantap makanan nasi kenduri dari salah satu rumah warga. Data Dinkes Kabupaten Blitar, ada 67 warga yang mengalami keracunan. Mereka harus menjalani perawatan medis setelah mengalami mual, muntah dan pusing.

3. Penculikan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Minggu (25/2/2018) warga Blitar dihebohkan dengan kabar yang beredar melalui grup Facebook,terkait penculikan anak. Penculikan itu dilakukan oleh seorang pria menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion. Info ini menyebar dengan cepat dan langsung ditelusuri Satreskrim Polres Blitar Kota yang juga mendapatkan laporan dari orang tua korban.

Diketahui, tidak hanya menculik, pelaku RS (22 tahun) warga Dusun Wates Desa Purwokerto Kecamatan Srengat juga mencabuli korbanya. Hal ini terungkap setelah Sattreskrim Polres Blitar Kota berhasil membekuk pelaku.

“Korban sempat dicabuli di daerah hutan Maliran, kami juga kesulitan saat akan mengamankan pelaku karena posisinya membonceng anak kecil (korban) yang sedang dalam kondisi capek dan ketakutan,” ungkap Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar.

| Baca Juga:  Perawat Mesum Dipecat Manajemen National Hospital

4. OTT Pecah Sertifikat, Oknum Lurah Ditahan

12 Maret 2018, BC (49 tahun) Lurah Garum Kecamatan Garum Kabupaten Blitar ditahan Polres Blitar pasca kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan pecah dan balik nama letter C sebidang tanah. BC diamankan Tim Saber Pungli Polres Blitar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

5. Wanita Gangguan Jiwa Melahirkan di Hutan Dibantu Bhabinkamtibmas

Seorang wanita yang diketahui menderita gangguan jiwa melahirkan di hutan Kembangan Kelurahan Kembangarum Sutojayan, Minggu (1/4/2018). Proses persalinan ini pun viral di media sosial. Karena selain ibu bayi menderita gangguan jiwa proses persalinanya pun juga tidak biasa.

Proses kelahiran ini tidak dibantu bidan ataupun petugas medis, melainkan persalinan bayi laki-laki ini dibantu dua petugas Bhabinkamtibmas Polsek Sutojayan yang tengah berpatroli. Keduanya petugas tersebut yakni Bripka Gaguk Sugiarto dan Bripka Tri Suryoko.

6. Wali Kota Blitar dan Kontraktor Tersohor Blitar Jadi Tersangka KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi senyap di Kota Blitar, Rabu (7/6/2018) malam. Dalam operasi ini, KPK mengamankan Susilo Prabowo alias Embun seorang kontraktor serta seorang rekanan bernama Bambang Pramono.

Susilo Prabowo diduga menyuap Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar terkait proyek pembangunan gedung SMP. Dua hari pasca operasi senyap di Kota Proklamator, Samanhudi Anwar yang sebelumnya tidak berhasil diamankan, menyerahkan diri ke KPK Jumat (8/6/2018).

Setelah menjalani pemeriksaan pria berkumis tebal ini resmi mengenakan rompi orange tahanan KPK.

7. Terduga Teroris Diamankan dari 3 Tempat di Blitar

Lima orang terduga teroris diamankan Tim Densus 88 di tiga tempat di Kabupaten Blitar, Kamis (14/6/2018) dinihari. Kelimanya diketahui merupakan anggota Jamaah Asharut Daulah (JAD) Jawa Timur.

Lima orang tersebut diantaranya AR, dr.NH dan MSZ diamankan di rumah kontrakan NH yang juga digunakan untuk praktek dokter di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun. HW diamankan di rumahnya Desa Semen, Kecamatan Gandusari, dan KT diamankan di rumahnya di Desa Bening, Kecamatan Wlingi.

| Baca Juga:  Janda Kurir 27 Gram Sabu Ditangkap Polisi

8. Sejumlah Pejabat Pemkab Blitar Diisukan Dipanggil KPK Hingga Menyeret Aktivis Anti Korupsi Jadi Tersangka UU ITE

Sejumlah pejabat Pemkab Blitar dikabarkan dipanggil KPK. Hal ini pertama kali diketahui dari unggahan status facebook aktivis anti korupsi, M Trijanto, Jumat (12/10/2018).

Dalam unggahanya bahkan Trijanto menyertakan sampul surat panggilan yang diduga dari lembaga anti rasuah tersebut. Belakangan diketahui surat tersebut palsu. KPK juga telah mengkonfirmasi jika surat tersebut tidak benar.

Atas unggahan surat panggilan yang ternyata palsu inilah M Trijanto dilaporkan telah menyebar berita bohong dan resmi menjadi tersangka dugaan pelanggaran UU ITE. Proses hukum terhadap Trijanto hingga kini masih terus berlanjut.

9. Kantor Kontraktor di Blitar Diteror Benda Mirip Bom

Sebuah benda mencurigakan mirip bom diletakkan di kantor milik Henry Mulat Wiyati, seorang kontraktor di Kabupaten Blitar. Benda mencurigakan yang diyakini sebagai bom ini pertama kali ditemukan oleh seorang cleaning service yang hendak membersihkan garasi di kantor yang terletak di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro tersebut.

Teror bom diketahui terjadi Jumat (19/10/2018) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Satu tim dari Jihandak Brimob Poda Jawa Timur didatangkan untuk mengamankan benda mirip bom ini.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha merinci benda tersebut terdiri dari rangkaian kabel yang melilit baterei. Lilitan kabel itu juga tersambung ke sebuah benda mirip jam weker serta tumpukan batu. Kemudian dibungkus dalam kresek berwarna hitam.

Dari pemeriksaan tim Jihandak Polda Jatim, Anissullah memastikan benda mirip bom ini tidak memiliki daya ledak.

“Ini adalah upaya bentuk teror yang dilakukan orang tak bertangung jawab untuk menimbulkan ketakutan,” papar Anissullah.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma