Beranda Hukum Kriminal Jual Perhiasan Palsu, Komplotan Asal Malang Diringkus Polres Blitar

Jual Perhiasan Palsu, Komplotan Asal Malang Diringkus Polres Blitar

BERBAGI
pelaku penipuan saat diamankan petugas. (foto: Ana Alana)

AGTVnews.com – Komplotan penipu dengan modus jual beli emas berhasil dibekuk Satreskrim Polres Blitar. Mereka diamankan usai bertransaksi di Pasar Kanigoro Kabupaten Blitar.

Ketiga pelaku adalah Yohanes Kustianti (42 tahun) dan Eko Pramurianto (26 tahun) keduanya warga Kalipare, Malang. Serta Agus Budiono (32 tahun) warga Pagelaran, Malang.

Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridha mengatakan, modus yang dilakukan ketiga pelaku adalah menjual perhiasan emas lengkap dengan surat. Namun kondisi perhiasan yang dijual kandungan emasnya sangat rendah karena dan tidak sesuai dengan yang tertera di surat.

“Tiga tersangka diamankan saat melakukan transaksi. Dimana sebelumnya Polsek Kanigoro juga telah mendapat laporan jika ada yang menjual emas dengan kondisi kadar emasnya sangat rendah tidak sesuai dengan yang tertera di surat,” ungkap Kapolres Blitar, Selasa (29/1/2019).

|video rekomendasi untuk anda:

 

Menurut dia, saat ini petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Termasuk mencari pemasok perhiasan emas dan pembuat surat yang diakui tersangka berasal dari Jember.

| Baca Juga:  Tawarkan Pekerjaan, Wanita Cantik Ini Ternyata Tukang Tipu

“Kami sedang melakukan koordinasi dengan beberapa Polres. Untuk mengetahui dari mana asal muasal surat dan perhiasan didapat. Namun pengakuan sementara dari tersangka barang ini didapat dari seseorang yang berada di Jember,” ujarnya.

Tidak hanya di Blitar, anggota komplotan ini mengaku telah menjual emas palsu di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Saat beraksi mereka naik mobil Xenia warna putih dengan Nopol N 1002 FV yang disewa dari Malang.

Dari komplotan ini, polisi mengamankan sejumlah perhiasan diantaranya 5 buah cincin, 2 buah gelang emas palsu dan uang tunai sebesar Rp 8.512.000.

“Uang itu merupakan hasil penjualan mereka di Blitar dan Tulungagung. Mereka juga mengaku beraksi di Trenggalek,” jelasnya.

Aksi penipuan ini melanggar pasal 378 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here