Beranda Peristiwa Kasus Mandeg, Korban Cabul Kasun di Blitar Lapor LBH

Kasus Mandeg, Korban Cabul Kasun di Blitar Lapor LBH

BERBAGI
Satria M.A Marwan S.H ,LBH Surabaya kantor perwakilan Malang

AGTVnews.com – Orang tua korban kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan kepala dusun (kasun) di Blitar, melapor ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Jawa Timur. Hal ini dilakukan, karena pihak keluarga menilai kasus yang menimpa warga Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok itu mandeg alias jalan di tempat.

“Menurut kami penanganan di pihak kepolisian lambat. Kami ingin terlapor cepat diproses. Padahal, saya sudah laporan sejak tiga bulan lalu,” ungkap ayah korban M, Senin (14/1/2019).

Sementara tim LBH Surabaya kantor perwakilan Malang Satria M.A Marwan S.H mengatakan, pihaknya menilai kasus tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Polisi tidak boleh tinggal diam dan harus segera menindak pelaku.

“Kita akan cari keadilan. Sampai kapanpun akan kami kejar. Terlebih, korbannya berusia di bawah umur,” ungkap Satria yang hadir di Blitar untuk menangani laporan keluarga korban.

| Baca Juga:  Cabuli Adik Ipar Hingga Hamil, Dukun Pijat Tunanetra Ini Diamankan

| simak video berita terkait:

Menurut dia, sejauh ini keluarga korban tidak mengetahui secara pasti alasan kepolisian lamban menangani kasus ini. “Ini lucu, alasan pihak kepolisian, selalu masih akan gelar perkara karena saksi yang dihadirkan mementahkan keterangan korban. Keterangan saksi itu benar atau tidak itu, urusan hakim di pengadilan. Penyidik seharusnya bekerja sesuai tupoksinya,” ujar Satria.

Pihaknya berharap, kepolisian segera menyelesaikan kasus ini. Karena semua alat bukti dan kesaksian sudah ada. Sehingga tidak ada alasan polisi menahan kasus hingga berbulan-bulan.

“Di beberapa kasus yang sama jika ada kasus serupa hari ini kejadian, hari ini lapor, hari itu juga pelaku ditangkap. Kalau seperti ini apa yang salah dengan kepolisian,” beber Satria.

Selain menjadi korban dari oknum kasun, diketahui korban yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP ini juga menjadi korban pelecehan kuli tambang pasir. Korban digilir sembilan orang kuli tambang pasir. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke polisi, bahkan sembilan kuli tersebut udah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kenapa kasun yang menjadi fokus, karena belum ada perkembangan apapun dari kasus ini. Kasus yang lain yang juga dilaporkan oleh korban yang sama sudah ada tersangka meski belum diamankan. Sembilan pelaku kabur begitu saja tidak dicari. makanya kita punya skala prioritas harapannya dari kasus oknum kasun ini bisa membongkar yang lain,” paparnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Dzakiandra Rayshiva