Beranda Peristiwa Lakukan Tes DNA, Polisi Telusuri Ayah Biologis Bayi Nahas

Lakukan Tes DNA, Polisi Telusuri Ayah Biologis Bayi Nahas

BERBAGI

AGTVnews.com – Selain otopsi pada jasad bayi, tim dokter RS Bhayangkara Kediri juga mengambil sampel darah untuk uji DNA. Hal ini dilakukan untuk memastikan secara medis, ibu dan ayah biologis dari bayi nahas yang tewas di toilet Puskesmas Kauman Tulungagung tersebut.

“Ini sekaligus kami ambil sampel untuk tes DNA, selanjutnya akan dikirim ke Jakarta,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Triwahyono.

Pihaknya tidak bisa memastikan kapan hasil dari uji DNA tersebut bisa disampaikan kepada publik. Namun diupayakan agar tes DNA bisa segera diketahui untuk mempercepat proses penyidikan kasus ini. “Secepatnya,” ujarnya singkat.

Hendro menjelaskan, selain untuk memastikan ibu biologis bayi tersebut, hasil uji DNA juga diperlukan untuk memastikan ayah biologis bayi perempuan nahas itu.

Dihadapan penyidik, ER (16 tahun) mengakui memiliki pacar sejak SMP. Namun kini mereka tak lagi berada dalam satu lingkungan sekolah. “Mengenai kekasih, menurut pengakuan ER, memang punya pacar. Namun, hubungannya saat ini seperti apa itu belum sampai ke sana penyelidikan kami,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Tergiur Emas Berlian Dunia Gaib, PNS Ini Tertipu Puluhan Juta

Sanksi Hukum Menanti

Kendati belum memastikan tersangka dalam kasus penganiayaan anak hingga meninggal dunia Bayi di toilet Puskesmas Kauman Tulungagung, namun pihak kepolisian sudah memastikan pasal yang dilanggar akibat tindakan ini.

Kasatresksim Polres Tulungagung, AKP Hendro Triwahyono mengatakan pasal yang dikenakan dalam kasus ini adalah Undang-Undang nomer 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Dimana pasal yang disiapkan yakni pasal 80 ayat 3 dan 4 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Ancamannya 15 tahun tapi karena dilakukan oleh orang dekat maka ancamannya ditambah sepertiga menjadi 20 tahun,” ujarnya.

| Baca Juga:  Nasabah Ini Bikin Gempar, Bayar Hutang Dengan Uang Mainan

Namun itu prosesnya nanti dalam persidangan dan akan diputuskan oleh perangkat peradilan sesuai konstitusi. Hendro menjelaskan pihaknya hanya sebatas menentukan pasal dan ancaman yang ada dalam Undang-undang.

Hendro menegaskan pihaknya telah meminta keterangan 4 orang saksi, mulai dari ER (16 tahun) ibu bayi, kemudian nenek bayi dan 2 petugas puskesmas yang saat itu memeriksa kondisi bayi dan yang membantu mengangkat bayi dari dalam kloset.

Saat disinggung kemungkinan memanggil pacar ER, pihaknya mengaku masih mengagendakan proses tersebut namun saat ini keterangan mengenai pacar ER dan hubungannya selama ini masih didalami oleh polisi.

“Ada kemungkinan kesana, tapi ER yang kita periksa kemarin belum sampai pada pertanyaan itu, nanti ada perkembangan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Dzakiandra Rayshiva