Beranda Hukum Kriminal Dermaga Pema Kembali Beroperasi, Polisi Masih Terus Lakukan Pendalaman Kasus

Dermaga Pema Kembali Beroperasi, Polisi Masih Terus Lakukan Pendalaman Kasus

BERBAGI
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Triwahyono. (foto: Firmanto Imansyah)

AGTVnews.com – Kepolisian resort Tulungagung hingga saat ini terus melakukan pendalaman terhadap kasus terceburnya mobil yang mengakibatkan tiga penumpang tewas di dermaga Pema desa/kecamatan Ngunut Kabupaten Tulugagung.

Pada saat itu mobil naas dengan nopol L 1147 BT tersebut berisi 5 orang penumpang tercebur ke dalam sungai brantas saat akan menyebrang menggunakan perahu tambangan menuju ke Blitar.

Dibutuhkan waktu lebih kurang selama 2 hari untuk menemukan bangkai mobil tersebut, beserta 3 orang jenazah penumpang yang terjebak di dalamnya.

Saat ini dermaga pema sudah beroperasi kembali seperti biasa, meski demikian petugas masih terus melakukan penyelidikan.

| Baca Juga:  Kakek di Tulungagung Tewas Kelelahan Mengantri BLT

|simak video berita terkait:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=HmqLw-TQhjk?showinfo=0&w=480&h=270]

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Triwahyono mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mendalami kasus hukum dalam peristiwa tersebut.

“Masih lanjut, terus kita dalami. Sudah ada tambahan saksi-saksi lainnya yang kita panggil,” ujarnya.

Setelah meminta keterangan saksi mata yang ada di lokasi dan sopir yang selamat dalam peristiwa tersebut, pihaknya kemudian meminta keterangan pengelola kapal yang beroperasi di dermaga Pema.

Tidak hanya itu, Hendro juga sudah memanggil perwakilan dinas perhubungan dan pengelola dermaga Pema. “Terakhir kemarin yang kita mintai keterangan itu dinas perhubungan, pemilik kapal juga sudah kita panggil,” Ungkapnya.

| Baca Juga:  Nasabah Bank Penyetor Uang Mainan Mengaku Jadi Korban Penipuan

Hasilnya masih dalam tahap penyelidikan, Hendro belum bisa memberikan hasil rinci dari keterangan masing-masing pihak, sebab berisi materi yang bukan konsumsi publik.

Hendro mengaku ingin memastikan status hukum dalam peristiwa yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia ini. Pihaknya tidak ingin keliru menetapkan status seseorang dalam kasus ini.

“Kita harus detail, jangan sampai keliru menetapkan status seseorang,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma