Beranda Hukum Kriminal Kenakan Atribut Bonek, Lima Anak di Bawah Umur Terlibat Pengeroyokan Gunakan Sajam

Kenakan Atribut Bonek, Lima Anak di Bawah Umur Terlibat Pengeroyokan Gunakan Sajam

BERBAGI
beberapa barang bukti yang berhasil diamankan petugas. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Sebanyak lima anak di bawah umur terlibat aksi pengeroyokan yang terjadi di Stadion Supriadi Kota Blitar usai final Piala Soeratin U-17 Nasional antara Persebaya U-17 vs Persipan Pandegelang.

Kelima pelaku mengunakan atribut Bonek dan Persebaya. Sementara kedua korban warga Kecamatan Garum Kabupaten Blitar juga menggunakan atribut yang sama.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, kejadian ini karena adanya rasa tersinggung dari pelaku.

“Awalnya mereka menonton final Piala Soeratin. Kemudian kelima pelaku bertemu dengan korban di luar stadion. Kelima pelaku merasa tersinggung karena merasa dipelototi oleh korban sehingga terjadi penganiayaan,” ungkap AKBP Adewira Negara Siregar, Senin (11/2/2019).

|simak video berita terkait:

 

Setelah dikeroyok di depan ruko selatan Stadion Supriyadi, kemudian pelaku meminta korban untuk melepas kaos jersey yang dipakai korban. Serta merampas handphone dan uang milik korban.

“Setelah mengeroyok korban. Pelaku kemudian merampas kaos yang dikenakan korban, HP serta uang,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Pemasok Tembakau Gorilla Sudah Masuk Blitar

Satu pelaku berinisial MS (15 tahun) warga Perak, Surabaya berhasil diamankan petugas Satreskrim Polres Blitar Kota. Sementara empat pelaku lainya buron. Satu diantaranya perempuan yang diakui sebagai pacar pelaku yang sudah tertangkap.

“Satu pelaku berhasil diamankan saat masih berada di sekitar Stadion Supriadi Kota Blitar. Sementara empat lainya masih dalam pencarian satu diantaranya seorang perempuan,” kata Adewira.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua korban mengalami luka di kepala dan hidung. Dari pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya tiga buah handphone satu milik pelaku, dua milik korban. Satu buah pisau dapur dan dua kaos.

Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 1 undang-undang nomer 35 tahun 2014 tentang tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak atau pengeroyokan. Serta undang-undang darurat RI nomer 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa ijin.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here