Beranda Ekonomi Bisnis Mr Mashudin, Sembuhkan Tunarungu Dengan Metode Buka Syaraf

Mr Mashudin, Sembuhkan Tunarungu Dengan Metode Buka Syaraf

BERBAGI
Mr. Mashudin lakukan terapi buka syaraf telinga.(foto:Wiji Guntoro)

AGTVnews.com – Cacat pendengaran bawaan lahir, selama ini sulit untuk disembuhkan, kecuali dengan menggunakan alat bantu dengar atau implan. Hanya dengan solusi medis cacat tersebut bisa disembuhkan.

Ternyata dengan adanya terapi buka syaraf, tuli bawaan lahir mampu sembuh total dan permanen. Namun demikian terapi ini masih menjadi kontroversi di dunia medis.

Terapi tuna rungu dengan metode buka syaraf ini diperkenalkan oleh Mr Mashudin warga Desa Banyuaran Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang ini mampu menyembuhkan ribuan penderita cacat pendengaran atau tuli bawaan lahir.

Bahkan fantastis, hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit untuk menyembuhkan cacat pendengaran ini.

|video rekomendasi untuk anda:

Terapi tuna rungu metode buka syaraf yang mulai diperkenalkan sejak tahun 2010 di Indonesia. Awal kemunculannya di Jombang, metode tersebut sempat membuat heboh sekaligus kontroversial, sehingga sempat pula mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak.

Usai melakukan terapi, Mr mashudin menjelaskan, bahwa terapi tuna rungu metode buka syaraf tersebut pada awalnya dipelajarinya secara otodidak. Namun, guna lebih mengembangkannya Mashudin kemudian memperdalam ilmu totok syaraf di Kuala Lumpur, Malasyia.

“Di situlah saya menemukan dan mengenal syaraf-syaraf telinga yang sebelumnya dan bahkan hingga kini belum dikenal atau belum bisa dijelaskan secara medis,” ujarnya.

Setelah yakin dengan penemuannya itu, tahun 2004 Mas Udin panggilan Mr Mashudin mulai berkeliling ke beberapa negara di Asia seperti Malasyia, Singapura, Kamboja, Vietnam dan Thailand.

Pada tahun 2010 Mas Udin kembali ke Indonesia dan memperkenalkan metode buka syaraf untuk pengobatan tuna rungu tersebut.

Pasien yang berobat akan mendapat edukasi tentang bagaimana pelatihan pasien pasca diterapi. Kondisi ini membutuhkan proses yang tidak sebentar, sebab dilakukan secara alami dengan kebiasaan dari keluarga pasien yang harus terus menerus melatih pendengaran pasien.(*)

Advetorial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here