Beranda Advetorial Walikota Kediri Resmikan Rumah Aman Untuk Perempuan dan Anak

Walikota Kediri Resmikan Rumah Aman Untuk Perempuan dan Anak

BERBAGI

AGTVnews.com – Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar meresmikan Rumah Aman untuk perempuan dan anak, di kelurahan Pojok Kota Kediri, Jumat (22/2/2019).

Rumah aman ini dikelola yayasan Rodhiyah yang menangani pemulihan terhadap anak-anak korban kekerasan fisik maupun psikis. Yayasan Rodhiyah terdiri dari pekerja sosial, psikolog, relawan TRC, PPA.

Ditemui usai melakukan launching rumah aman, mas Abu sapaan akrab Abdullah Abu Bakar mengapresiasi yayasan Rodhiyah ini.

“Saya cukup kaget, karena ada sebuah yayasan yang ingin bertemu saya dan menyampaikan gagasan yang sangat luar biasa. Yayasan Rodhiyah ini akan menjadi safe house, rumah aman,”ujar Mas Abu.

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=rTBYS9FNSG4?showinfo=0&w=480&h=270]

“Itu biasanya kalau ada kekerasan terhadap perempuan, laki-laki maupun anak-anak. Ini mereka kalau mau kembali ke rumahnya ini akan terasa sulit. Biasanya ditempatkan di rumah aman dulu untuk memulihkan kondisi psikisnya,” imbuhnya.

Mas Abu menambahkan, sejak beberapa tahun yang lalu mengingatkan untuk berhati-hati dengan globalisasi. Dari globalisasi yang terjadi memang dapat lebih mudah membuat kita cepat pintar, namun akhlak bisa tergerus akibat perkembangan teknologi yang cepat.

Ada media sosial yang gencar digunakan, ada beragam informasi hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan ada hal lainnya juga. Bahkan ada pelecehan, human traficking.

| Baca Juga:  Lestarikan Budaya Pemkot Kediri Gelar Upacara Manusuk Sima

“Kemarin saya sempat bicara sama Ditreskrimsus Polda Jatim, ternyata ada banyak sekali kasus. Mereka juga kawatir kalau bisa dicontoh generasi muda. Masalah – masalah sosial itu, bisa diselesaikan oleh masyarakat sosial, tidak bisa hanya pemerintah saja, polisi dan tentara saja tidak bisa. Semua harus duduk bersama seperti kita pagi hari ini,” ujarnya.

Mas Abu juga sering menyampaikan kalau semua anak yang ada di Kota Kediri adalah anak kita. Apabila melihat atau menemui sesuatu yang janggal terhadap anak-anak, Mas Abu menghimbau masyarakat juga harus bergerak, karena mereka adalah anak kita semua. Dalam kesempatan yang sama, Mas Abu juga menyampaikan bahwa ia sering memberikan motivasi kepada anak-anak punk.

“Oke kalau kamu tidak mau sekolah ya tidak apa-apa, kalau mau seni ya seni, kalau mau band ya harus yang serius. Latihan sehari minim 6 jam. Suka masak, ya harus diajari masak, harus bisa jadi chef. Kita sudah siapkan program – programnya, khusus dampak sosial. Jadi nanti bisa disampaikan di Dinas Sosial untuk pelatihannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mas Abu juga menyampaikan untuk tidak meremehkan anak-anak yang nakal saat kecil ataupun anak-anak yang biasa-biasa saja.

| Baca Juga:  Wali Kota Kediri Hadiri Rapat Terbuka Senat Uniska

“Saya juga dulu pernah diremehkan, saya bukan orang yang pintar tapi mau belajar. Untungnya saya punya banyak teman. Buka usaha jatuh dihina orang, buka lagi lainnya jatuh lagi,”ucapnya.

Ditipu orang berkali kali. Tapi kalau sudah diuji berkali-kali biasanya itu mau diangkat sama Tuhan, jadi harus sabar. Intinya anak-anak, siapapun itu jangan diremehkan, kita harus membesarkan mereka,” imbuhnya.

Mas Abu berharap semoga kedepannya, Yayasan Rodhiyah bisa semakin bagus lagi.

“Ini adalah yayasan amal. Jadi bapak ibu kalau membantu ini sama saja dengan beramal. Mudah-mudahan rumah aman ini bisa melindungi anak-anak, mungkin kekerasan terhadap perempuan juga. Supaya psikologi mereka bisa kembali lagi,” jelasnya.

“Kalau yayasan ini ada masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri, langsung ke pak sekda atau saya. Ini sebagai salah satu pertanggungjawaban saya kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua yayasan Rodhiyah, Rodhiyah menyampaikan bahwa para pekerja sosial yang tergabung dalam yayasan tersebut mengabdi secara sukarela tanpa digaji.

Saat ini Rumah Aman menangani pasien usia 18 tahun ke bawah. Dari 29 pasien yang ditangani, 5 diantaranya tinggal di Rumah Aman.(*)

Advetorial Humas Pemkot Kediri