Beranda Pemerintahan DPRD Kota Blitar Sebut Pembangunan Pasar Legi Tidak Jelas Tahapannya

DPRD Kota Blitar Sebut Pembangunan Pasar Legi Tidak Jelas Tahapannya

BERBAGI

AGTVnews.com – Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar disebut tidak sesuai tahapan. Pernyataan in diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto.

Dewan menilai  Pemkot  menyimpang dari kesepakatan awal soal tahapan-tahapan rencana pembangunan Pasar Legi.
Salah satunya rencana pembangunan yang molor dari jadwal yang telah disepakati bersama.

“Kami menilai Disperindag sebagai instansi terkait tidak melakukan tahapan yang sesuai dengan kesepakatan bersama. Salah satunya tak sesuai jadwal yang disepakati,” jelas Totok Sugiharto, Senin (18/3/2019).

Selain tidak sesuai jadwal yang telah disepakati, ada sejumlah dokumen-dokumen pembangunan yang hingga kini belum diserahkan ke DPRD. Padahal seharusnya, dokumen itu sudah diserahkan ke DPRD pada Desember 2018 lalu.

| Baca Juga:  Pasca Terbakar, Pasar Legi Ditargetkan Selesai Dalam Setahun

Ternyata selain terkait dokumen, lelang pekerjaan proyek juga molor dari jadwal yang sudah disepakati. Lelang yang seharusnya selesai Februari 2019, hingga kini belum dilakukan.

“Sesuai kesepakatan ada sejumlah perlengkapan berupa dokumen-dokumen yang seharusnya diserahkan Desember tahun lalu. Pada kenyataanya sampai sekarang belum ada yang diserahkan. Rencananya kami akan segera memanggil instansi terkait, dan meminta penjelasan terkait permasalahan ini,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Plt Wali Kota Blitar, Santoso memastikan pembangunan Pasar Legi tetap akan terealisasi tahun ini.  Pemkot
mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar.

| Baca Juga:  Pedagang Keluhkan Debu Renovasi Pasar Legi

Santoso tidak menampik, tahapan  pembangunan memang sedikit molor karena ada berbagai item yang harus dilengkapi. Agar tidak ada masalah di kemudian hari.

“Pasar Legi masih dalam tahap sosialisasi termasuk sosialisasi tahapan relokasi. Kami berkomitmen ingin  pembangunan cepat terlaksana, tapi kami tidak ingin ada kesalahan dalam proses pembangunan,” jelas Santoso.

Diketahui, pasar Legi merupakan pasar tradisional terbesar yang ada di Kota Blitar. Pasar ini habis terbakar pada pertengahan 2016 lalu, hingga saat ini sama sekali belum dilakukan pembangunan kembali. (*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma