Beranda Politik Kondisi Petugas KPPS Rentan Pengaruhi Proses Pungut Hitung di TPS

Kondisi Petugas KPPS Rentan Pengaruhi Proses Pungut Hitung di TPS

BERBAGI
komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Muhammad Arbyanto.(foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Kondisi petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) yang lelah bisa mempengaruhi hasil proses pungut hitung di TPS. Pernyataan ini disampaikan komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Muhammad Arbyyanto.

Menurutnya, dari hasil simulasi pungut hitung di TPS yang dilakukan KPU Jawa Timur, diprediksi proses pungut hitung suara di TPS pada pelaksanaan pemilu 2019 mendatang bisa berlangsung sampai dinihari.

“untuk proses penghitungannya harus selesai di hari itu juga, artinya untuk proses perhitungannya sampai tertempel di C1 Plano itu harus selesai sebelum ganti hari. Kemudian untuk penyalinannya itu bisa sampai 5 jam setelah proses perhitungan,” ujar Arbyanto, Senin (18/3/2019).

Arbayanto menjelaskan, berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan oleh pihaknya, proses pemungutan suara dilaksanakan sampai pukul 13.00.

| Baca Juga:  Bawaslu Tulungagung Temukan MPU Berstiker Calon Presiden

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=fV5ypSOPOd8?showinfo=0&w=480&h=270]

Kemudian KPPS bakal beristirahat dan penghitungan suara mulai dilakukan pada pukul 14.00, dengan asumsi penghitungan untuk 5 kotak suara tanpa ada interupsi atau masalah maka penghitungan suara diprediksi bakal selesai pukul 22.00.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan proses penyalinan hasil penghitungan suara dalam formulir C1. Jumlah formulir C1 yang diberikan kepada petugas TPS, Saksi dan untuk KPU kabupaten, ada 130 set. Sementara masing masing set terdiri dari 4 sampai 5 halaman.

“Ini yang harus dirancang formulanya, agar KPPS bisa mengelola kinerja anggotanya uuntuk efektif,” ungkapnya.

| Baca Juga:  Bawaslu Blitar Buka Rekrutmen 4.753 Pengawas TPS

Arbayanto menambahkan dengan kondisi seperti ini maka besar kemungkinan kelelahan yang dialami oleh petugas KPPS di masing-masing TPS bisa mempengaruhi proses pungut hitung dan bisa menjadi salah satu faktor yang dijadikan perselisihan hasil pemilu.

“Kita mengantisipasinya dengan bimtek yang cukup, dalam hal kualitas dan kuantitasnya,” tegas Arbayanto.

Saat ini KPU masih merancang formula pengawasan dan monitoring dari tingkat KPU kabupaten sampai ke tingkat TPS guna memantau semua kejadian di masing-masing TPS secara terukur.

“Kita juga sedang merancang formula yang tepat agar pemantauan dari KPU kabupaten sampai ke TPS bisa berlangsung dengan baik dan terukur,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma