Beranda Hukum Kriminal Sakit, Kepala SMPN 2 Tulungagung Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sakit, Kepala SMPN 2 Tulungagung Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan

BERBAGI
kondisi Eko Purnomo yang tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit.(foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Kasus pungutan liar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 2 Tulungagung tahun ajaran 2017 – 2018 menjerat kepala sekolah, Eko Purnomo sebagai tersangka.

Setelah melalui penyidikan, berkas Eko dinyatakan P21 dan siap untuk diserahkan ke kejaksaan Negeri Tulungagung. Dijadwalkan pada Rabu (20/3/2019) Eko diserahkan ke kejaksaan. Namun hingga siang hari tersangka belum terlihat diantar.

Menurut Kasatreskrim Tulungagung, AKP Hendro Triwahyono penyerahan tersangka ditunda sampai batas waktu yang ditentukan, sebab yang bersangkutan sedang sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Tulungagung.

| Baca Juga:  Eko Purnomo, Ditahan di Lapas Kelas IIB Tulungagung

“Iya benar kita dapat informasi yang bersangkutan ini hipertensi dan diabetesnya naik. Saat ini masih menjalani perawatan,” ujarnya, Kamis (21/3/2019).

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=xgV4W0LnCtw?showinfo=0&w=480&h=270]

Hendro Triwahyono mengatakan pihaknya telah mendapatkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sakit dan harus menjalani rawat inap, sehingga tidak bisa mengikuti proses penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan atau proses P21 tahap II.

Hendro belum bisa memastikan kapan rencananya yang bersangkutan akan diserahkan ke Kejaksaan sebab jika kondisinya masih sakit maka tidak mungkin proses penyerahan dilakukan.

| Baca Juga:  Cacat Hukum, Mantan PNS di Tulungagung Gugat Pemkab Setempat

“Belum tahu, ini kalau masih sakit kan belum bisa juga kita limpahkan ke kejaksaan. Kita juga tidak menahan yang bersangkutan karena selama ini kooperatif,” ucapnya.

Sementara itu kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rahmat Hidayat mengatakan sebelum diserahkan oleh penyidik kepada kejaksaan, pihaknya tidak memiliki kewenangan apapun, termasuk untuk mengeksekusi maupun memanggil paksa tersangka.

“Kita hanya bisa menunggu dari tim penyidik. Inikan masih tanggung jawab polisi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma