Beranda Politik Jumlah Suara 2 TPS di Blitar Menggelembung

Jumlah Suara 2 TPS di Blitar Menggelembung

BERBAGI
Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Hakam Sholahudin.(foto:ana alana)

AGTVNews.com – Jumlah suara di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Blitar menggelembung lebih banyak dari pemilih yang datang. Dua TPS itu yakni TPS 10 dan 16 Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Hakam Sholahudin mengatakan, jumlah DPT yang ada di TPS 10 Desa sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar sebanyak 213.

Sementara yang tidak menggunakan hak pilihnya atau tidak hadir di TPS sebanyak 33 orang. Sehingga, sesuai dengan daftar hadir atau C7 seharusnya perolehan suara seharusnya hanya 180.

Namun perolehan suara rata-rata menggelembung hingga dua kali lipat DPT. Penggelembungan yang terjadi diantarana untuk surat suara DPR Propinsi mencapai 275, DPR RI sebanyak 254, dan DPRD kabupaten sebanyak 288 surat suara.

|video rekomendasi untuk anda:

“Padahal seharusnya perolehan suara caleg itu sesuai DPT yang hadir sesuai C7 hanya 180 suara,” ungkap Hakam Sholahudin, Senin (22/4/2019).

Hakam menambahkan, Pengawas TPS (PTPS) sebenarnya telah memprotes kesalahan proses perhitungan itu. Diduga hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan petugas KPPS.

| Baca Juga:  KPU Tulungagung Tawarkan Dua Skema Pada Pemilu 2019

Kesalahan yang terjadi karena surat suara DPR dicoblos di dua tempat. Pencoblosan tersebut terdapat di logo partai dan nama caleg. Pada kondisi ini KPPS menghitung perolehan suara, berdasarkan jumlah coblosan pada surat suara.

“Padahal, meski sah seharusnya hanya dihitung satu suara untuk Caleg. Yang kami temukan itu, PKB, Gerindra, PDIP dan Golkar,” imbuhnya.

Adanya temuan ini, Bawaslu meminta KPU Kabupaten Blitar menghitung ulang di dua TPS itu. Rencananya hitung ulang di dua TPS ini akan dilakukan Selasa (23/4/2019).

” Kami lihat dulu, ini karena pemahaman yang salah dari KPPS atau ada indikasi penggelembungan suara yang berpotensi diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Namun harus segera dilakukan penghitungan ulang sebelum perolehan suara masuk ke KPU,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here