Beranda Hukum Kriminal Koper Hitam Pembungkus Mayat Mutilasi Ternyata Milik Ibu Eksekutor

Koper Hitam Pembungkus Mayat Mutilasi Ternyata Milik Ibu Eksekutor

BERBAGI
Petugas kamar mayat Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar menunjukkan koper besar tempat ditemukannya mayar Budi Hartanto. (foto: ist)

AGTVnews.com – Pembunuh mayat dalam koper di bawah jembatan Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar terungkap. Salah satu pelaku berinisial AS (33 tahun) warga Mangunan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar diamankan Polda Metro Jaya di Jakarta dalam pelariannya.

Dari penangkapan AS terkuak sebuah fakta jika koper hitam yang dipakai untuk membuang mayat Budi Hartanto, ternyata adalah koper milik ibu kandung AS. Keterangan ini diungkapkan NG (55 tahun) ibu AS usai keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Blitar Kota.

“Bilangnya ke saya koper itu dijual laku Rp 200 ribu. Pas saya tanya katanya buat tambahan modal jualan nasi goreng,” terang NG, Jumat (12/4/2019).

| simak video berita terkait:

Ia mengungkapkan, AS mengatakan perihal koper yang dijual ini saat NG baru saja pulang sholat subuh jamaah, Rabu (3/4/2019) pagi sekitar pukul 05.00 wib. “Iya Rabu pagi saya pas pulang sholat jamaah,” imbuhnya.

Meski mengakui koper tersebut miliknya, namun NG tidak mengetahui jika koper tersebut digunakan untuk membungkus mayat Budi Hartanto.

Pelaku merupakan Mantan TKI

Rumah AS diketahui hanya berjarak sekitar 2 kilometer utara dari jembatan Desa Karanggondang, lokasi ditemukanya mayat Budi Hartanto dalam koper.

| Baca Juga:  Satu Pelaku Mutilasi Mayat Dalam Koper Warga Udanawu Blitar

AS tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ibunya. Jalan menuju rumah AS berupa gang kecil yang hanya cukup dilintasi satu kendaraan roda 4. Hanya ada sekitar delapan rumah di gang kecil ini, salah satunya rumah AS.

“Iya benar mas Aris memang tinggal disini sama ibunya,” ungkap Hadi ketua RT 02 RW 01 Desa Mangunan.

Menurut Hadi, dalam keseharianya AS dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dengan warga sekitar. AS juga diketahui baru pulang dari Malaysia dua tahun yang lalu.

Kemudian AS membuka usaha nasi goreng di daerah Sambi Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Tempat usaha nasi goreng AS ini juga tak jauh dari rumah yang ditinggalinya. Sekitar 3 kilometer ke arah utara.

“Biasa orangnya ya kayak warga pada umumnya. Kalau siang di rumah sini, kalau malam ya mungkin jualan nasi goreng itu,” imbuhnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here