Beranda Hukum Kriminal Pemilih Lukai Petugas KPPS di Kota Blitar, Polda : Jangan Dibesar-besarkan

Pemilih Lukai Petugas KPPS di Kota Blitar, Polda : Jangan Dibesar-besarkan

BERBAGI
lokasi penganiayaan anggota KPPS TPS 16 Sukorejo Kota Blitar.(foto:ana alana)

AGTVnews.com – Pihak kepolisian menyayangkan pemberitaan terkait keributan di TPS 16 Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 kemarin. Kepolisian menilai pemberitaan tersebut terlalu dibesar-besarkan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, petugas KPPS yang mangalami penganiayaan tersebut hanya mengalami luka ringan saja.

“Ringan sekali lukanya di bagian dagu, tapi pemberitaan di salah satu media online yang tidak saya sebut namanya, anggota KPPS TPS 16 Sukorejo dibacok. Ini kan tidak benar,” ungkap Barung Mangera, Kamis (18/4/2019).

| Baca Juga:  Demo Mahasiswa Ricuh, Polisi Bantah Terjadi Kontak Fisik

Barung menambahkan, berita tersebut jauh dari fakta di lapangan. Menurut dia, fakta sebenarnya pemilih tersebut memukul salah satu petugas KPPS menggunakan gagang golok berukuran kecil.

|video rekomendasi untuk anda:

 

Kronologis keributan ini berawal saat seorang pemilih berinisial YA (38 tahun) tidak mau mencelupkan jarinya ke tinta usai mencoblos. YA kemudian terlibat cekcok dengan petugas yang menjaga tinta karena dipaksa mencelupkan jari.

YA akhirnya mau mencelupkan jarinya ke dalam tinta dan bergegas pulang. Namun, tiba-tiba YA kembali ke TPS dengan membawa senjata tajam. YA langsung menghampiri petugas KPPS yang memintanya mencelupkan jari ke tinta, lalu melakukan pemukulan.

| Baca Juga:  Marak Kejahatan Skimming, Polisi Patroli ATM

“Yang benar, yang bersangkutan ini sudah kembali ke rumah setelah mencelupkan jari lalu kembali lagi dan berusaha memukul dengan gagang golok. Dan sebelumnya masalah ini sudah didamaikan oleh orang-orang yang ada di TPS itu,” jelasnya.

Saat ini kasus penganiayaan anggota KPPS TPS 16 Sukorejo Kota Blitar tersebut tengah ditangani kepolisian Resort Blitar Kota.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma