Beranda Peristiwa Ditetapkan Tersangka KPK, Ketua DPRD Tulungagung Tidak Nampak di Kantornya

Ditetapkan Tersangka KPK, Ketua DPRD Tulungagung Tidak Nampak di Kantornya

BERBAGI
pintu ruangan Ketua DPRD Tulungagung terlihat tertutup rapat.(foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono tidak nampak di ruang kerjanya. Bahkan gedung DPRD Tulungagung terlihat sepi tanpa aktifitas.

Di kantor perwakilan rakyat tersebut tidak satupun anggota dewan terlihat. Hanya beberapa staff yang nampak melakukan pekerjaan seperti biasa.

Sedangkan hampir semua pintu di gedung DPRD tersebut nampak tertutup, terutama ruangan pimpinan DPRD mulai dari ketua dan wakilnya serta ruang fraksi fraksi di lantai satu.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPRD Tulungagung, Budi Fatahillah Masrur mengatakan, saat ini ddirinyya tengah melakukan perjalanan dinas di luar kota.

| Baca Juga:  Ini Besaran Gaji Anggota Dewan Tulungagung Terpilih

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=9NeqFoyqMI4?showinfo=0&w=480&h=270]

Terkait keberadaan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono, Budi meminta awak media untuk menanyakannya langsung kepada yang bersangkutan. Budi mengaku tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan keberadaan dan status yang bersangkutan.

“Saya masih diluar kota. Kalau untuk masalah itu mending nanya langsung kepada orangnya,” ujar Budi.

Meski demikian Budi mengakui selama ini yang bersangkutan masih aktif ngantor, bahkan Senin (13/5/019) kemarin dirinya masih bertemu dengan ketua DPRD di kantor dewan.

“Kemarin saya masih ketemu, masih ngantor, ndak tau kalau hari ini” lanjutnya.

| Baca Juga:  KPK Sita Aset Milik Rekanan dan Adik Ipar Sutrisno

Sementara itu, saat disinggung mengenai adanya surat pemberitahuan dari KPK mengenai status Supriyono, Budi mengaku sampai saat ini tidak ada surat yang masuk ke lembaga sekertariat DPRD. Diperkirakan surat tersebut ditujukan kepada pribadi sehingga tidak dikirim ke lembaga.

“Ndak ada surat ke lembaga, mungkin ya karena itu masalah pribadi sehingga dikirimnya ke pribadi, bukan ke lembaga,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma