Beranda Hukum Kriminal Kasus Prostitusi Di Kediri, Mucikari Mengaku Terima Fee Rp 200 Ribu

Kasus Prostitusi Di Kediri, Mucikari Mengaku Terima Fee Rp 200 Ribu

BERBAGI
Barang bukti pengungkapan kasus prostitusi online oleh Satreskrim Polres Kediri. (foto: ist)

AGTVnews.com – Satreskrim Polres Kediri telah mengungkap kasus prostitusi melalui jaringan online. Petugas telah mengamankan NI, mucikari penyedia jasa prostitusi dan satu pasangan BS dan RA. Saat ini mereka menjalani pemeriksaan di unit PPA Satreskrim Polres Kediri.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan, dari hasil keterangan sementara mucikari menerima uang fee Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu setiap kali transaksi. Pungutan fee diwajibkan kepada Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menerima order malalui dirinya. “Fee yang diterima Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu,” jelas AKP Ambuka, Senin (13/5/2019).

| Baca Juga:  Miris, 4 ABG di Tulungagung jadi Korban Human Traficking

|simak video berita terkait:

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=hOat62BzLxc?showinfo=0&w=480&h=270]

Sebagaimana diketahui, petugas mendapatkan informasi pasangan bukan suami istri berada di dalam sebuah kamar dengan nomor 306 di Jalan Erlangga Desa Katang Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Pasangan itu berinisial BS laki-laki dan RA perempuan. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan sang mucikari berinisial NI.

Selain mengamankan satu mucikari dan satu pasangan BS dan RA juga mengamankan barang bukti 2 ponsel, 1 selimut, 1 sarung bantal, 1 lembar kwintasi pembayaran hotel, 1 lembar registrasi hotel dan uang Rp 600 ribu.(*)

| Baca Juga:  Mami Eko Pasarkan Perempuan Muda Bertarif 2 Juta

Reporter: Oni Santosa
Editor : Linda Kusuma