Beranda Hukum Kriminal Lakukan Prostitusi Online, Wanita di Kediri Diamankan

Lakukan Prostitusi Online, Wanita di Kediri Diamankan

BERBAGI
NI mucikari prostitusi online saat diamankan unit PPA polres Kediri.(foto:ist)

AGTVnews.com – Seorang wanita asal Kediri diamankan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri karena diketahui menjalankan praktek prostitusi online.

NI (35 tahun) warga Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri ini diketahui sebagai mucikari yang menyediakan jasa prostitusi melalui layanan pesan whatsapp.

Menurut Aipda Endik Wahyu, Paur Humas Polres Kediri, kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat.

“Kita menerima lapaoran adanya tindak prostitusi online di hotel yang ada di Desa Katang Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Kemudian Polres Kediri melalui unit PPA memeriksa kamar hotel tersebut satu-persatu,” jelas Aipda Endik Wahyu.

| Baca Juga:  Miris, 4 ABG di Tulungagung jadi Korban Human Traficking

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=KbP_3kcFwSM?showinfo=0&w=480&h=270]

Ditambahkan Endik, dari pemeriksaan, petugas menemukan pasangan yang bukan suami istri ada di salah satu kamar. “Dari keterangan pihak perempuan, dia disuruh melayani tamu oleh mucikarinya secara online melalui pesan whatsapp.

“Pasangan ini kemudian kita amankan, dan dari hasil interogasi, diketahui kalau yang perempuan ini disuruh mucikarinya secara online. Jadi disuruh melalui pesan whatsapp itu,” imbuh Endik.

Dari pengakuan tersebut tersangka NI diamankan di rumahnya. Selain mengamankan NI petugas juga mengamankan beberapa alat bukti diantaranya dua buah handphone, sebuah selimut, sebuah sarung bantal, satu lembar kuitansi pembayaran hotel, satu lembar registrasi hotel, serta uang tunai sebesar Rp 600 ribu.

| Baca Juga:  Layani Threesome Panti Pijat Plus-plus di Kediri Digerebek Petugas

Pelaku prostitusi online ini akan dijerat pasal 2 aat UU no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan TP perdagangan orang atau pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP dengan anccaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Petugas saat ini masih terus melalukan pengembangan kasus tersebut.(*)

Tim Liputan 
Editor: Linda Kusuma