Beranda Hukum Kriminal Polres Tulungagung Temukan Penyelewengan Bansos Sapi APBD Provinsi 2017

Polres Tulungagung Temukan Penyelewengan Bansos Sapi APBD Provinsi 2017

BERBAGI
Kanit Pidkor Polres Tulungagung, Iptu Andik Prasetyo. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Unit Pidkor Polres Tulungagung menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Sosial (Bansos) yang bersumber dari APBD Provinsi tahun 2017. Temuan ini berupa pemalsuan tanda tangan dan kuwitansi fiktif.

Bansos senilai Rp 100 juta perkelompok masyarakat tersebut diterimakan kepada sejumlah kelompok masyarakat (pokmas). Salah satunya kelompok masyarakat Tentrem di desa Karangrejo kecamatan Boyolangu Tulungagung.

Dari ketentuan yang ada, bantuan tersebut digunakan untuk pembelian 5 ekor sapi. Sapi ini nanti akan dimanfaatkan oleh 10 anggota pokmas Tentrem. Namun faktanya tidak satu pun sapi yang dibeli menggunakan dana bansos tersebut.

Meski tidak ada pembelian sapi, namun sudah muncul laporan pembelian dan berbagai macam kuitansi yang menunjukkan pembelian sapi menggunakan dana bansos tersebut.

| Baca Juga:  Belum Ada Tersangka Kejari Usut Terus Kasus Korupsi PDAM Tulungagung

Kanit Pidkor Polres Tulungagung, Iptu Andik Prasetyo mengatakan pihaknya mendalami kasus ini setelah menerima aduan masyarakat mengenai adanya dugaan korupsi dalam penggunaan dana bansos oleh Pokmas Tentrem.

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Awalnya ada aduan masyarakat, kemudian kita kembangkan dan kita dalami,” ujarnya, Rabu (8/5/2019).

Andik menambahkan, sejak awal Februari lalu hingga saat ini pihaknya sudah memanggil 15 orang untuk dimintai keterangan, termasuk ketua Pokmas, Dadang Wahyu Kusworo.

“Kita mulai lidik sejak Februari kemudian sampai saat ini sudah ada 15 orang yang kita mintai keterangan, termasuk terlapor inisial D ini,” ungkapnya.

Andik menjelaskan, pihaknya sudah menemukan adanya tindak pidana dalam kasus ini. Selanjutnya pihak kepolisian akan meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan.

| Baca Juga:  Kejaksaan Kediri Geledah Kantor PT. Intan Pariwara

Tindak pidana yang ditemukan diantaranya, adanya pemalsuan tanda tangan beberapa pihak dalam laporan penggunaan dana bansos.

Tanda tangan yang dipalsu yakni tanda tangan kades Karangrejo, pemalsuan tanda tangan sekcam Boyolangu. Tidak hanya itu, ditemukan juga bukti kuitansi dan nota fiktif dalam penggunaan dana bansos senilai 100 juta tersebut.

“Ada kuitansi fiktif, tanda tangan palsu dan ada penggunaan dana bansos untuk kepentingan pribadi terlapor dan keluarganya,” tegas Andik.

Meski sudah meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan, namun Andik masih enggan menyebut dengan jelas siapa tersangka dalam kasus ini. Andik beralasan masih akan menunggu hasil gelar perkara yang dilakukan oleh kepolisian.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma