Beranda Pemerintahan Pemkab Tulungagung Yakin Menangi Gugatan Dari Mantan ASN Yang Dipecat

Pemkab Tulungagung Yakin Menangi Gugatan Dari Mantan ASN Yang Dipecat

BERBAGI
Kepala bagian Hukum Pemkab Tulungagung, Syaiful. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung yakin akan memenangkan kasus gugatan ASN yang dipecat, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Kepala bagian Hukum Pemkab Tulungagung, Syaiful mengatakan, kasus gugatan tersebut memasuki tahapan kesimpulan, dan sebentar lagi pembacaan keputusan. Pemkab Tulungagung selaku tergugat yakin keputusan yang diambil sudah benar.

“Ini sidang sudah masuk tahap kesimpulan, 2 minggu lagi akan masuk pada sidang pembacaan keputusan. Kita yakin keputusan yang diambil oleh Pemkab sudah sesuai dengan aturan dan tidak melanggar hukum,” jelasnya, Jumat (21/6/2019).

Syaiful meyakini bisa menang, karena keterangan dan bukti-bukti yang telah disampaikan di hadapan hakim sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Meski demikan pihaknya tetap akan menghormati hukum dan menunggu hasil keputusan atas gugatan tersebut.

| Baca Juga:  ASN Tidak Netral? Ini Jawaban Pemkab Tulungagung

|simak video berita terkait:

 

“Kita yakin, karena aturan yang kita pedomi menyebutkan demikian, namun kita tetap hormati proses hukum yang berjalan,” terangnya.

Sebelumnya, 3 ASN di lingkup pemkab Tulungagung diberhentikan dengan tidak hormat. Mereka tidak mendapatkan tunjangan pensiun setelah dinyatakan bersalah dihadapan pengadilan dalam kasus tindak pidana korupsi.

Tiga ASN ini diantaranya, Rudi Bastomi dan Supraptiningsih yang sebelumnya merupakan guru dan Asaf Doswara yang sebelumnya adalah sekertaris Satpol PP Tulungagung.

Melalui masing-masing kuasa hukumnya, mereka menggugat surat pemberhentian dengan tidak hormat yang dikeluarkan pemkab Tulungagung, karena dinilai cacat hukum.

| Baca Juga:  Tetap Perjuangkan Tanah Leluhur, Lilik Surati Presiden Jokowi

Surat pemberhentian tersebut ditandatangani oleh Plt Bupati yang dianggap tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan seorang ASN.

Rudi Bastomi dijatuhi hukuman penjara selama 14 bulan dan denda, kemudian Supraptiningsih divonis menjalani hukuman 10 bulan dan denda karen terbukti bersalah dalam pungutan liar penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017 – 2018 di SMP Negeri 2 Tulungagung.

Sedangkan Asaf Doswara divonis 1 tahun 8 bulan penjara karen terbukti bersalah melakukan tindakan pidana korupsi pengadaan alat pencacah plastik.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma