Beranda Peristiwa Pilkades Serentak, Polres Tulungagung Bentuk Satgas Anti Botoh

Pilkades Serentak, Polres Tulungagung Bentuk Satgas Anti Botoh

BERBAGI
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Kabupaten Tulungagung akan menggelar pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak pada awal Juli 2019 ini. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan Pilkades berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak menimbulkan potensi-potensi konflik antar warga masyarakat.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar yang ditemui awak media mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan Pemkab Tulungagung guna melakukan pendataan dan pemetaan lokasi desa yang rawan gejolak pada pilkades mendatang.

“Untuk desa yang rawan akan kita lakukan penebalan personil pengamanan, baik dari anggota polri maupun TNI,” ujar kapolres, Senin (17/6/2019).

| Baca Juga:  Tak Pulang Usai Berkebun, Seorang kakek Diduga Hanyut di Sungai Brantas Tulungagung

Tidak hanya itu, polres Tulungagung juga sudah melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Timur.

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Kita juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk backup pasukan brimob jika diperlukan,” ungkapnya.

Tofik menjelaskan, Polres Tulungagung telah membentuk pasukan satgas anti botoh dan satgas anti bandit, keduanya disiagakan untuk meminimalkan potensi terjadinya konflik di masyarakat.

Satgas Anti Botoh dianggap perlu mengingat dalam pelaksanaan pilkades sering kali muncul botoh. Botoh merupakan sebutan bagi mereka yang memanfaatkan momentum pilkades untuk arena judi dengan jumlah taruhan yang tidak sedikit.

Keberadaan mereka dikhawatirkan bisa merusak demokrasi yang telah diterapkan, bahkan bisa membelokkan arah demokrasi sehingga calon kades yang terpilih bukanlah calon pilihan masyarakat melainkan calon yang menang karena didukung oleh salah satu botoh.

| Baca Juga:  Tidak Sampai Satu Jam, Rumah Dokter dan Perawat di Perumahan Tulungagung Distaroni Pencuri

“Biasanya malam sebelum pemilihan ini yang rawan, nanti anggota juga akan disiagakan untuk memantau, jangan sampai ada yang ngrecokin pelaksanaan pilkades,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat desa setempat untuk ikut ambil bagian dalam pelaksanaan pilkades yang aman, dengan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya upaya pihak-pihak yang ingin mengacaukan suasana.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma