Beranda Ekonomi Bisnis Rangkai Kaktus, Pemuda di Tulungagung Kantongi Puluhan Juta per Bulan

Rangkai Kaktus, Pemuda di Tulungagung Kantongi Puluhan Juta per Bulan

BERBAGI
David Wahyu, pemilik dan pengelola Idjah Garden yang mengantongi omset hingga Rp 20 juta dari bisnis merangkai kaktus. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Hobi merangkai tanaman kaktus, menjadi peluang usaha rumahan ‘Idjah Garden’ milik David Wahyu. Laki-laki lulusan STM 27 tahun lalu ini, kini sibuk berkebun dan menekuni cactus arrangement. Cactus arrangement adalah seni merangkai kaktus dalam berbagai wadah yang kini omzetnya sudah menembus angka Rp 20 juta rupiah perbulan.

Memanfaatkan halaman rumah yang tidak terlalu luas dan berada di kawasan padat penduduk menjadi keuntungan tersendiri bagi David Wahyu.

Usaha rumahan yang terletak di Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru tersebut mulai mendapatkan tempat dihati masyarakat.

David Wahyu, mengatakan bisnis  merangkai kaktus dan skullen yang dikembangkannya ini mulai dia tekuni sejak 6 bulan yang lalu. Berbekal pengalamannya bekerja di Brunei Darusalam yang berkutat dengan penjualan tanaman hias, membuat bapak muda ini dituntut untuk berfikir kreatif agar tanaman yang dia jual laku dan diminati pembeli.

|Video rekomendasi untuk anda:

 

“Saya jadi sales menjual tanaman ini, jadi selama di Brunei itu dipaksa untuk kreatif menjual tanaman hias. Akkhirnya dimodel dirangkai seperti ini banyak peminatnya, kebanyakan di kantor-kantor itu,” ujarnya.

| Baca Juga:  Modal Nekat, Guru di Tulungagung Sukses Bisnis Minuman Rosella

David memulainya dengan memposting beberapa hasil karya kreatifnya saat masih bekerja di Brunei, hasilnya respon masyarakat cukup positif.

Kemudian dirinya mulai membuka garden sederhana dirumahnya, dengan modal awal sekitar Rp 10 jutaan untuk garden dan 500 pot berisi kaktus dan skullen yang didatangkan langsung dari Lembang, Bandung Jawa Barat.

“Modal awal bikin tempatnya tanaman ini sampai ke belakang sekitar Rp 5 jutaan, kemudian kaktusnya sebanyak 500 pot sekitar Rp 5 jutaan juga” ungkapnya.

Tidak ada aturan baku dalam merangkai kaktus, satu hal yang mesti difikirkan terlebih dahulu menurutnya adalah imajinasi. Setelah berdiskusi dengan pemesan mengenai ragam kaktus yang ditampilkan dalam karyanya kemudian pemilihan pot.

Wadah mangkok maupun hiasan yang digunakan, lalu dirinya akan berimajinasi untuk menyusun dan meletakkan kaktus dan sculen dalam wadah yang dipilih.

| Baca Juga:  Iseng Unggah Kostum Robot Pemuda Asal Tulungagung Kebanjiran Orderan

Ndak ada harga khusus kok, tinggal pemesannya mintanya seperti apa nanti kita rangkaikan,” jelasnya.

Tidak ada perawatan khusus untuk kaktus dan sculen yang telah dirangkai, hanya diperlukan air dan sedikit sinar matahari agar tumbuhan tersebut tetap nampak segar. Inilah sebabnya banyak pelanggannya yang memanfaatkan orderannya untuk hiasan di dalam rumah, souvenir hingga kado ulang tahun.

Nyiramnya cukup satu sendok saja, dua minggu sekali. Perawatannya seperti itu dan ndak perlu cahaya matahari langsung,” tuturnya.

Sementara itu menurut Kamora, salah satu pecinta kaktus dirinya tertarik dengan kaktus / scullen arrangement sejak masih kuliah di Malang dan terus dilanjutkan sampai sekarang.

“Ini tadi merangkai seperti ini harganya sekitar Rp 110 ribuan, ada sih beberapa koleksi dirumah tapi single plant, yang arrangement baru kali ini,” pungkasnya.(*)

Reporter:Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here