Beranda Viral Salah Data Azimut, Siswa Baru Dideteksi Tinggal di Tengah Laut

Salah Data Azimut, Siswa Baru Dideteksi Tinggal di Tengah Laut

BERBAGI

AGTVnews.com – Kesalahan pemberian data azimut oleh pihak Sekolah Dasar (SD) kepada calon peserta didik kembali ditemukan pada pendaftaran PPDB tingkat SMP jakur Zonasi hari kedua, yang berlangsung pada Kamis (20/06) ini.

Berdasarkan pantauan awak media di SMP Negeri 3 Tulungagung, terdapat 15 sampai 20 calon peserta didik yang harus kembali ke sekolah asal untuk membetulkan data azimut yang tertera dalam surat keterangannya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Tulungagung, Achmad Syaiku mengakui, temuan kesalahan penulisan azimuth tersebut merupakan hasil dari ketelitian panitia PPDB di sekolahnya yang membantu memverifikasi data pendaftar.

“Awalnya panitia itu menemukan jarak rumah pendaftar dan sekolah yang seharusnya dekat kok malah jauh sekali dan tidak masuk, kemudian kita periksa ternyata memang ada kesalahan,” ujarnya.

Kecurigaan tersebut muncul saat pihaknya menemukan salah satu pendaftar yang tinggal sekitar 1 kilometer dari SMP Negeri 3 Tulungagung namun saat dimasukkan data azimuthnya terdata jarak antara rumahnya dan sekolah mencapai 500 kilometer lebih.

Bahkan saat dilakukan pemeriksaan lokasi, rupanya letak azimut tersebut ada di selatan Pantai Sine Tulungagung berjarak hampir 500 kilometer. Syaiku menjelaskan, menemukan kejadian ini kemudian pihaknya memanggil yang bersangkutan untuk melakukan perbaikan data azimuth yang dikeluarkan oleh pihak SD.

| Baca Juga:  DPRD Apresiasi Sistem Zonasi PPDB Pakai Peta Digital

“Ada yang kita temukan itu rumahnya sekitar sekolah tapi azimuthnya di tengah laut sana, atau bahkan ada yang di kalimantan karena tanda negatif atau minus tidak tertera pada azimuth tersebut, harusnya kan ada tanda minusnya,” lanjut Syaiku.

Pihaknya tidak bisa memastikan penyebab kesalahan yang terjadi mengingat pihak yang berwenang mengeluarkan surat keterangan berisi informasi Azimuth adalah Sekolah Dasar (SD) masing-masing pendaftar.

Namun dirinya memprediksikan kesalahan terjadi saat memasukkan data ke dalam komputer, atau mungkin juga karena kesalahaan pembacaan azimuth dari masing masing foto rumah pendaftar.

“Kemungkinan datanya salah waktu entri data memasukkan ke dalam komputer itu, ini kemungkinan prediksi saya tapi lebih jelasnya yang tau pihak SD,” pungkanya.

Syaiku berharap, pendaftar dan wali murid yang mengantarkan pendaftaran bisa lebih teliti lagi saat mendaftar pada hari terakhir besok, agar tidak menghabiskan waktu saat pendaftaran.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here