Beranda Pemerintahan Sistem Zonasi SMA di Tulungagung Dikeluhkan Wali Murid

Sistem Zonasi SMA di Tulungagung Dikeluhkan Wali Murid

BERBAGI
Proses pendaftaran siswa baru tingkat SMA di Tulungagung dikeluhkan banyak wali murid. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Tulungagung dikeluhkan banyak walimurid. Sebagian besar mereka mengeluhkan lokasi tempat tinggal yang tidak sesuai dengan Kartu Keluarga.

Seperti dikeluhkan Endah, salah satu wali murid yang sempat kebingungan karena perbedaan data dalam Kartu Keluarga. Saat ini dirinya bersama anak-anaknya tercatat sebagai penduduk kelurahan Bago Kecamatan Tulungagung. Namun dirinya tinggal di wilayah sekitar desa Talapan kecamatan Boyolangu.

“Saya KKnya warga Bago tapi tinggalnya di sekitar desa Talapan Kecamatan Boyolangu. Mau ke SMA Boyolangu ndak bisa, mau ke SMA Kedungwaru pasti kalah sama yang rumahnya dekat. Mau ke SMA 1 Tulungagung juga jaraknya lebih dari 2 kilometer, masak anak saya harus ke SMA Swasta,” keluhnya, Selasa (18/6/2019).

| Baca Juga:  Sekolah Taruna Brawijaya Kediri Sudah Mulai Terima Pendaftaran

Usai mendatangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung – Trenggalek, akhirnya dirinya diarahkan untuk berkonsultasi dengan pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

“Disarankan ke Surabaya, soalnya disini hanya pelaksana saja, ya mudah-mudahan di Surabaya ada jawaban,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung Trenggalek, Subagyo mengatakan, sudah ada puluhan wali murid yang mengeluhkan hal serupa dan dirinya juga tidak memiliki wewenang untuk menjawabnya dan menyerahkannya kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

“Memang sudah ada sekitar puluhan wali murid yang menyampaikan keberatannya, tapi bagaimana lagi kami hanya melaksanakan perintah sesuai dengan juknis yang ada,” ucapnya.

| Baca Juga:  Ribuan Lulusan SMP di Tulungagung Tidak Diterima di SMA Negeri

Tidak hanya itu saja, pihaknya juga menemukan beberapa anak didik yang sejak SD sampai SMP sudah bersekolah di Tulungagung namun terdaftar dalam Kartu Keluarga orangtuanya di luar kota, sempat kesulitan untuk mendaftar ke SMA yang ada di Tulungagung.

“Kalau yang satu ini sudah kita sampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi dan bisa diatasi dengan bukti surat domisili dari kelurahan atau desa,” jawabnya.

Subagyo menjelaskan, keluhan dari wali murid ini akan dijadikan catatan yang nantinya disampaikan oleh pihaknya kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar menjadi evaluasi untuk pelaksanaan PPDB di tahun-tahun berikutnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Linda Kusuma