Beranda Ekonomi Bisnis Ratusan Hektar Sawah di Tulungagung Terancam Puso, Petani Rugi Ratusan Juta

Ratusan Hektar Sawah di Tulungagung Terancam Puso, Petani Rugi Ratusan Juta

BERBAGI
Koordinator POPT Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu. (firmanto imasnyah)

AGTVnews.com – Ratusan hektar sawah milik petani di Kecamatan Bandung dan Besuki Kabupaten Tulungagung terancam Puso dan gagal panen. Kondisi ini akibat adanya musim kemarau.

Dari data yang ada di Dinas Pertanian kabupaten Tulungagung, ada sekitar 106 hektar milik petani yang mulai mengalami dampak dari musim kemarau tahun ini. Bahkan 13 hektar diantaranya sudah dipastikan mengalami puso dan terancam gagal panen.

Koordinator POPT Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan, 13 hektar sawah di desa Tanggulturus kecamatan Besuki menjadi lokasi yang paling serius mengalami imbas akibat kekeringan.

“13 hektar lahan di Tanggulturus sudah masuk kategori puso. Prediksi kami dengan luasan lahan tersbut kerugian yang diderita petani sampai 260 juta rupiah,” ujarnya, Jumat (12/7/2019).

| Baca Juga:  Kekeringan, Lahan Puso di Kabupaten Tulungagung Semakin Meluas

|video rekomendasi untuk anda:

 

Gatot menyebut, tidak ada usaha yang bisa dilakukan petani maupun pemerintah untuk mencegah imbas kekeringan di lokasi tersebut. Mengingat debit air tanah yang ada di lokasi hanya tinggal sedikit sekali.

Dari pantauan Dinas Pertanian Tulungagung, sumur air sedalam 20 meter yang diambil airnya dengan pompa air hanya bisa bertahan beberapa menit saja. Sedangkan Embung air juga tidak tersedia.

“Kalau kaya gini bisanya cuman nunggu hujan, kalau kita mau bantu mesin diesel, airnya juga habis, apanya yang mau disedot,” keluhnya.

| Baca Juga:  Warga Mulai Penuhi Kebutuhan Air dari Sungai Keruh

Pihaknya sudah mengusulkan kepada pemkab agar membuat terobosan jangka panjang dan jangka pendek. Diantaranya pembangunan embung dan reboisasi hutan di sekitar desa tersebut, sehingga bisa menjadi lokasi menyimpan air ketika datang musim penghujan.

“Jangka panjangnya kita usulkan reboisasi, jangka pendeknya bisa dibangunkan embung dan sumur dalam” terang Gatot.

Dinas pertanian meminta pemerintah daerah, untuk memberikan bibit kepada petani pada musim tanam mendatang, Bibit ini sebagai ganti kerugian petani akibat gagal panen.

Diketahui musim kemarau di Kabupaten Tulungagung telah terjadi sejak April lalu. Diperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan. (*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here