Beranda Hukum Kriminal Astaga, ABG Pelayan Warkop Plus-Plus Bisa Layani 10 Tamu Sehari

Astaga, ABG Pelayan Warkop Plus-Plus Bisa Layani 10 Tamu Sehari

BERBAGI
bilik yang digunakan untuk malayani pelanggan warung kopi. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – ABG pelayan warkop plus-plus yang dipekerjakan di warung kopi (warkop) milik Sri Lestari di Watulimo Trenggalek, dalam satu hari bisa melayani 10 laki-laki pelanggan.

Wakapolres Tulungagung, Kompol Ki Ide Bagus Tri mengatakan dalam sekali transaksi pelayanan seks, pengguna jasa layanan seks mereka diwajibkan membayar Rp 200 ribu. Biaya tersebut digunakan untuk sewa bilik di warkop Rp 50 ribu sementara sisanya untuk korban.

“Tarif yang dipatok itu 200 ribu rupiah, 50 ribu untuk sewa kamar dan sisanya untuk korban korban ini,” jelas Wakapolres, Rabu (7/8/2019).

Untuk hal itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Dari hasil pengembangan penyidikan diketahui ada beberapa kali transaksi layanan seks, yang ternyata korban tidak mendapatkan imbalan sesuai janji tersangka.

| Baca Juga:  Ngeyel Buka, Pemilik Warkop Karaoke di Tulungagung Ngaku Butuh Makan

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Kita masih dalami keterangan korban ini, sebab ada informasi bahwa korban ini ada yang belum dibayar. Makanya ini kita dalami dulu” ungkapnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Triwahyono mengatakan berdasarkan pengakuan NA yang sudah 3 bulan bekerja di warung kopi tersebut, dalam sehari korban bisa melayani sampai 10 orang pelanggan untuk memberikan layanan seks.

Kondisi inilah yang menjadi pemicu korban NA menuruti perintah untuk mencari teman lainnya guna membantu pekerjaanya di warung kopi tersebut.

| Baca Juga:  Layani Threesome Panti Pijat Plus-plus di Kediri Digerebek Petugas

“Dalam sehari sampai 10 orang pelanggan. Makanya korban ini mengaku lelah dan kecapekan sehingga diminta untuk mencari teman lagi membantu kerjaanya,” ucap Kasat.

Hendro menjelaskan, keterangan korban tersebut didukung dengan sejumlah bukti yang ditemukannya di lokasi kejadian, yakni adanya bilik dengan sekat triplek dilengkapi kasur dan bantal untuk melayani pelanggan yang menginginkan layanan seks.

“Ukurannya sangat sempit dan kotor. Kita temukan itu ukuran sekitar 3×2 meter, ada kasur dan bantalnya,” pungkas Hendro.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah 
Editor: Linda Kusuma