Beranda Politik Dapat Suara Terbanyak, Pelantikan Supriyono Terancam Ditunda

Dapat Suara Terbanyak, Pelantikan Supriyono Terancam Ditunda

BERBAGI
Komisioner Divisi Teknis KPU Jatim, Mohammad Arbayanto. (foto:Firmanto Imansyah)

AGTVnews.com – Supriyono, Caleg PDIP Tulungagung I mendapat suara terbanyak pada pemilihan legislatif Pemilu 2019 lalu. Pernyataan ini disampaikan Komisi Pemilihan Umum Tulungagung dalam penetapan calon terpilih anggota DPRD Tulungagung.

Menurut Ketua KPU Tulungagung, Mustofa setelah seluruh hasil perolehan suara dibacakan di hadapan perwakilan partai dan saksi, semuanya sepakat dan menandatangani hasil pleno tersebut.

KPU masih berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk proses pelantikan caleg terpilih, termasuk dengan Sekertariat DPRD Tulungagung.

Sementara itu Komisioner Divisi Teknis KPU Jatim, Mohammad Arbayanto mengatakan sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) nomer 5 tahun 2019 tentang penetapan pasangan calon terpilih, penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih dalam pemilihan umum.

|video rekomendasi untuk anda:

 

Pada pasal 33 ayat 4 disebutkan adanya kewajiban KPU untuk mengusulkan penundaan pelantikan caleg yang berstatus tersangka tindak pidana korupsi.

| Baca Juga:  Berketetapan Hukum Tetap, DPRD Tulungagung Akan Pecat Bupati Non Aktif

Oleh sebab itu saat ini pihaknya masih berupaya mengusulkan penundaan pelantikan Supriyono, yang ditetapkan KPK sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

Namun untuk melengkapi usulan penundaan tersebut, pihaknya memerlukan bukti pendukung dari KPK mengenai status tersangka Supriyono, yang sampai saat ini belum diberikan.

“Pengusulan penundaanya masih dalam tahap akan diusulkan, karena ada dokumen pendukung dari KPK belum diperoleh,” Ujar Arbayanto.

Meski demikian KPU Jatim tetap meminta KPU Tulungagung untuk mendapatkan bukti pendukung lain mengenai status tersangka Supriyono. Faktor lain yang diperlukan yakni dari partai maupun dari sekretariat DPRD, mengingat yang bersangkutan saat ini tercatat sebagai ketua DPRD Tulungagung periode 2014-2019.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor : LInda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here