Beranda Hukum Kriminal Layani Threesome Panti Pijat Plus-plus di Kediri Digerebek Petugas Pekerjakan Terapis...

Layani Threesome Panti Pijat Plus-plus di Kediri Digerebek Petugas Pekerjakan Terapis Dibawah Umur

BERBAGI
Tersangka Liyan pemilik panti pijat plus-plus yang mempekerjakan anak dibawah umur. (foto:arya putra)

AGTVnews.com – Sebuah panti pijat di Desa Gampeng Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri digrebek petugas. Panti pijat ini disinyalir mempekerjakan anak dibawah umur sebagai terapis sekaligus melakoni bisnis prostitusi.

Dari hasil pemeriksaan petugas, diketahui panti pijat plus-plus tersebut merupakan milik Liyan (32 tahun) warga Wilis Indah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Panti pijat tersebut diketahui baru beroperasi selama satu minggu.

Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal Saiful Faton mengatakan, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Jika di panti pijat tersebut juga ada praktek prostitusi.

“Jadi saat kita gerebek, kita temukan adanya dua terapis panti pijat yang tengah melayani tamunya dengan cara threesome. Mirisnya lagi terapis ini masih dibawah umur,” ucap Kapolres saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kediri, Jumat (2/8/2019).

| Baca Juga:  Jadi Korban Prostitusi Online, Dua Gadis di Bawah Umur Malah Kabur Dari Rumah Aman

|video rekomendasi untuk anda:

 

Kapolres menambahkan, dari pemeriksaan petugas didapati terapis panti pijat tersebut rata-rata berusia antara 16 tahun hingga 18 tahun. Mereka ini juga meladeni pelanggan hidung belang.

“Tersangka mencari sendiri pegawainya melalui media sosial facebook. Dari keempat pegawai tersebut rata-rata masih berusia muda mulai dari usia 17 tahun hingga 20 tahun bahkan ada yang berusia dibawah umur 16 tahun,” terangnya.

“Tarif yang dipasang untuk pelayanan yang diberikan masing-masing terapis bervariasi, tergantung pelanggan  minta pelayanan apa. Semua ada tarifnya,” imbuh kapolres.

| Baca Juga:  Mami Eko Pasarkan Perempuan Muda Bertarif 2 Juta

Dari pengungkapan kasus ini petugas mengamankan barang bukti diantaranya, alat kontrasepsi, cream pijat, tisu basah, hp serta sejumlah uang tunai hasil trasaksi.

Sementara itu, Liyan pemilik panti dijerat pasal 88 jo pasal 76I UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 296 KUHP atau pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (*)

Reporter : Arya Putra
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here