Beranda Peristiwa Membandel, Satpol PP Tulungagung Keluarkan SP3 Untuk Pemilik Kandang Bebek

Membandel, Satpol PP Tulungagung Keluarkan SP3 Untuk Pemilik Kandang Bebek

BERBAGI
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Tulungagung, Kustoyo. (foto:firmnato imansyah)

AGTVnews.com – Tim Teknis Kabupaten Tulungagung akhirnya menerbitkan Surat Peringatan Tertulis III (SPT-3) untuk Abu Talkah, pemilik kandang bebek di desa Tanggul Turus Kecamatan Besuki Tulungagung.

Munculnya SPT-3 ini merupakan buntut dari tidak diindahkannya 2 Surat Peringatan tertulis sebelumnya yang telah disampaikan kepada pemilik kandang bebek.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Tulungagung, Kustoyo mengatakan, surat tersebut telah dikirimkan kepada yang bersangkutan, kemudian pihak desa, camat serta masyarakat yang mengeluhkan keberadaan kandang bebek tersebut.

“Sudah kita kirim SP3 kepada yang bersangkutan, pihak desa, kecamatan dan masyarakat juga sudah kita tembusi,” ujarnya, Jumat (23/8/2019).

|video rekomendasi untuk anda:

 

| Baca Juga:  Cegah Longsor dan Banjir, Ratusan Warga Tulungagung Tanami Bukit Watu Gedheg

Menurutnya, SPT-3 tersebut dikirimkan sejak Rabu (21/8/2019) yang lalu. Dalam surat tersebut disebutkan batas maksimal berlaku surat selama 3 hari.

“Artinya jika dalam 3 hari tidak ada niat baik pemilik untuk melakukan upaya pengosongan kandang seperti perintah dalam surat tersebut, maka pihaknya sudah menyiapkan upaya pengosongan paksa,”terangnya.

Kustoyo menegaskan, pada Senin depan pihaknya bersama dengan tim teknis lainnya mulai dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum Pemkab Tulungagung bakal mengevaluasi pasca terbitnya SPT-3 untuk mempersiapkan upaya pengosongan paksa.

“Mungkin Senin ya, tentu kita akan rapatkan bersama tim teknis dan koordinasi dengan polisi dan TNI untuk langkah selanjutnya, agar tidak menyalahi prosedur hukum yang berlaku,” ucapnya.

| Baca Juga:  Kemenag Tulungagung Dapat 48 Kuota CPNS

Sementara itu menurut Andri, salah satu warga desa Tanggulturus, pasca penerbitan SPT-1 sampai SPT–3 ini tidak nampak adanya upaya dari pemilik kandang bebek untuk memindahkan bebek-bebeknya sesuai perintah dalam surat tersebut.

Ndak ada kelihatan ada orang mindah-mindah bebek. Masih seperti hari hari biasa,” ungkap Andri.

Andri berharap proses yang sudah berjalan damai bisa dilaksakan secara damai sampai selesainya masalah ini. Sehingga tidak terjadi perpecahan di masyarakat.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma