Beranda Hukum Kriminal Miris, 4 ABG di Tulungagung jadi Korban Human Traficking

Miris, 4 ABG di Tulungagung jadi Korban Human Traficking

BERBAGI
pemilik warung kopi ditetapkan sebagai tersangka karena telah menjual bocah dibawah umur. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Miris, 4 orang ABG asal Kabupaten Tulungagung menjadi korban traficking untuk dipekerjakan sebagai pelayan di warung kopi di Trenggalek.

Kasus ini terungkap setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung mendalami informasi perdagangan manusia di wilayah sekitar Pinka Tulungagung.

Dari hasil pendalaman tersebut didapati tiga bocah yakni NA (14 tahun), AP (15 tahun), dan WA (15 tahun). Ketiganya akan dibawa ke Trenggalek untuk dipekerjakan di warung kopi dan karaoke di wilayah kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Wakapolres Tulungagung, Kompol Ki Ide Bagus Tri mengatakan, 3 orang yang diamankan tersebut berstatus saksi korban dan saat ini keterangannya masih terus dikembangkan.

|video rekomendasi untuk anda:

 

| Baca Juga:  Prostitusi Kedok Panti Pijat di Kediri Digerebek Polisi

Menurut pengakuan NA, dirinya telah bekerja di warung kopi tersebut selama 3 bulan terakhir, tidak hanya diminta untuk melayani dan membuatkan kopi, NA juga diminta untuk menemani tamu.

“Disana mereka ini diperintahkan untuk menemani minum, nyanyi lagu sampai memberikan layanan seks,” ujarnya, Selasa (6/8/2019).

Ki ide Bagus menambahkan, berdasarkan pengakuan saksi korban tersebut akhirnya petugas mendatangi warung kopi karaoke yang dimaksud, ternyata benar di lokasi tersebut ditemukan beberapa bilik yang disediakan untuk meberikan pelayanan seks kepada tamu.

Tidak hanya itu saja, kepolisian juga mengamankan satu ABG lain dari Tulungagung yakni NP (20 tahun). NP juga bekerja di lokasi tersebut dengan tugas yang sama seperti korban NA.

| Baca Juga:  Bongkar Prostitusi Online, Polres Tulungagung Amankan Mucikari

Selain itu polisi mengamankan Sri lestari (35 tahun) warga kecamatan Sawahan Kota Surabaya yang tinggal di Trenggalek sekaligus pemilik warung kopi tersebut.

“Korban totalnya ada 4 orang, 3 orang dibawah umur dan yang satunya sudah 20 tahun, pemilik warung kita tetapkan sebagai tersangka perdagangan manusia,” lanjutnya.

Pengembangan dilanjutkan dengan menangkap tersangka lain yakni Sri Utami (30) warga kabupaten Kediri yang sehari-hari tinggal di salah satu warung kopi di desa Tapan kecamatan Kedungwaru.

Sri Utami ditangkap karena menjadi orang yang merekrut 4 ABG tersebut untuk dipekerjakan di warung kopi karaoke yang saat ini disegel polisi tersebut.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma