Beranda Hukum Kriminal Sadis, Seperti Ini Ibu di Nganjuk Bunuh Bayinya

Sadis, Seperti Ini Ibu di Nganjuk Bunuh Bayinya

BERBAGI
pelaku pembunuh bayi yang baru saja dilahirkannya. (foto: bayu samudra)

AGTVnews.com – Satreskrim Polres Nganjuk menetapkan, Sumiyatun (26 tahun) sebagai tersangka pembunuh bayinya yang baru lahir. Dari hasil penyidikan terungkap, wanita warga Kelurahan Payaman Kecamatan Kota Kabupaten Nganjuk ini memang sengaja membunuh bayinya.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka mengaku memang sengaja membunuh bayinya karena tidak menginginkan punya anak.

“Tersangka mengaku saat melahirkan bayinya itu bernafas. Tapi karena tersangka ini tidak mau punya anak, akhirnya anaknya ini dibunuh,” ucap Kapolres, Jumat (9/8/2019).

Kapolres menambahkan, cara yang dilakukan tersangka cukup sadis. Meski tersangka mengaku khilaf dan tidak sadar saat melakukan pembunuhan.

Kapolres Nganjuk menunjukan asbak cor yang digunakan pelaku untuk memukul bayi yang dilahirkannya. (foto:bayu samudra)

“Bayinya ini dipukul kepalanya dengan asbak cor sebanyak lima kali kemudian dadanya. Tapi karena masih bernafas, akhirnya lehernya dijerat dengan tali plastik, karena tidak mati. Akhirnya dibekap dan diikat dengan celana kain,” ungkapnya.

| Baca Juga:  Pembunuh Pasutri di Tulungagung Dikenal sebagai Guru Ngaji Yang Sabar

Setelah bayi ini dibekap dengan celana kain, kemudian dimasukkan kedalam tas plastik warna hitam dan dibuang dibawah kolong tempat tidur.

“Tersangka melakukan aksi kejinya ini seorang diri. Suami tersangka sama sekali tidak mengetahui,” pungkasnya.

Dari apa yang dilakukan, Sumiyatun dijerat pasal 80 ayat 3 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, kasus pembunuhan ini terungkap setelah tersangka dengan kondisi berdarah membangunkan suaminya. Tersangka mengaku baru saja melahirkan, namun bayinya tidak diketahui keberadaannnya. (*)

Reporter: Bayu Samudra
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here