Beranda Advetorial Ulang Tahun ke-6, TP PKK Kota Kediri dan POPTI Gelar Talkshow Thalassemia

Ulang Tahun ke-6, TP PKK Kota Kediri dan POPTI Gelar Talkshow Thalassemia

BERBAGI
Bunda Fey ikut hadir dalam kegiatan Talk Show Thalassemia di taman hutan Joyoboyo.(foto:wiji guntoro)

AGTVnews.com – Memperingati ulang tahun Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI) ke-6 bekerjasama dengan TP PKK Kota Kediri menggelar kegiatan talk show ‘Aku Mengerti Thalassemia’. Kegiatan ini digelar di hutan Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (15/8/2019).

Talkshow ini menghadirkan Dr.Renita Ita Damayanti, Sp.A dari RSUD Gambiran sebagai narasumber.

Ketua TP PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan terimakasih dan senantiasa membuka diri dengan POPTI untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang penyakit talasemia.

“Acara ini sangat luar biasa Ibu-ibu. Tadi kita semua sudah sedikit mendengarkan tentang thalasemia. Ternyata banyak dari kita yang belum mengerti apa itu thalasemia berikut dengan segala resiko dan konsekuensinya,” ucap bunda Fey sapaan akrab Ketua TP PKK Kota Kediri.

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Itulah kenapa hari ini POPTI Bekerjasama dengan TP PKK Kota Kediri mengadakan acara ini, agar kita semua bertambah wawasannya, bertambah ilmunya menjadi mengerti tentang apa itu talasemia. Ini bukan acara pertama yang saya datangi. Kedepan, saya dan Tim PPK Kota Kediri sangat membuka diri. POPTI bisa bergabung di acara kami memberikan edukasi tentang thalasemia sehingga betul-betul bisa sampai ke masyarakat,” imbuhnya.

Bunda Fey menekankan pentingnya kader-kader PKK untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit talasemia.

“Acara talkshow tentang thalasemia ini ternyata sangat penting. Kalau disini ada Bu Camat, Bu Lurah dan juga untuk semua kader-kader PKK perwakilan dari 46 kelurahan, mohon dihimbau kepada warganya terutama untuk putra-putrinya yang belum menikah untuk melakukan screening thalasemia. Nanti apa itu dan bagaimana akan dijelaskan oleh beliau-beliau yang memang berkompeten,” pungkas Bunda Fey.

| Baca Juga:  Pemerintah Kota Kediri Gelar Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila

Sementara itu Dr. Renita Ita Damayanti, Sp.A dari RSUD Gambiran menjabarkan tentang apa itu talasemia, bagaimana gejala dan penanganan terhadap penyakit talasemia.

“Thalasemia adalah penyakit kelainan darah, penyakit keturunan dan diturunkan namun bukan penyakit menular. Gejala talasemia itu pucat, kadang tampak kuning, lemah, letih, lesu dan gampang pusing,” ucapnya.

“Untuk penyakit thalasemia sendiri dibagi menjadi tiga yaitu thalasemia mayor, thalasemia intermedia dan thalasemia minor. Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan thalasemia. Pengobatan dan penanganan yang bisa dilakukan yaitu dengan transfusi darah, pemberian obat kelasi besi, transplantasi sumsum tulang dan yang paling penting pendampingan psikologis dan mental kepada para penderita,” paparnya.

Dalam talkshow tersebut juga menghadirkan Dwi Candra Prasetyo salah satu anak penderita talasemia yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah swasta kejuruan di Kota Kediri.

“Saya diketahui mengidap thalasemia sejak umur tiga tahun. Sering di bully dari SD sampai sekarang, namun saya merasa istimewa karena orang-orang tidak bisa merasakan seperti kita,” ungkapnya.

Di akhir acara anak-anak penderita thalasemia mempersembahkan lagu yang membuat beberapa undangan ikut larut bahkan sampai terharu. Dalam rangkaian HUT POPTI ke-6 tahun ini, selain menyelenggarakan talkshow tentang talasemia, juga diselenggarakan kegiatan screening dan donor darah di Kediri Mall lantai 2.(*)

Advetorial Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kediri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here