Beranda Peristiwa Warga Binaan Lapas Blitar Tewas Mendadak di Kamar Mandi Sel

Warga Binaan Lapas Blitar Tewas Mendadak di Kamar Mandi Sel

BERBAGI
sel tempat korban ditahan. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Blitar ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Blok C2 sekitar pukul 01.30 WIB pada Rabu (14/8/2019) dini hari. Narapidana kasus pencurian ini diketahui bernama Bambang Suhartono (44 tahun).

Kepala Keamanan LP Kelas II B Blitar, Bambang Setyawan mengatakan, sebelum ditemukan tewas korban terbangun sekitar pukul 01.20 WIB. Saat itu korban menanyakan jam kepada petugas Lapas. Korban kemudian pamit ke kamar mandi.

Tidak lama berselang, salah satu teman korban berteriak memanggil nama korban. Saat itu petugas langsung menuju sel tahanan dan melihat korban tergeletak dengan posisi tertelungkup dan masih telanjang di lantai kamar mandi. Bahkan di tubuh korban masih terdapat busa sabun.

| Baca Juga:  Sopir Truk di Kediri Meninggal Dunia Saat Memacu Kendaraan

Petugas Lapas kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi sementara korban langsung dievakusi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Mengetahui kondisi korban, kami langsung menghubungi petugas medis. Saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi meninggal sehingga kami melapor ke Polsek Kepanjenkidul,” jelas Bambang Setyawan.

Menurut Bambang, sebelum ditemukan tewas, korban tidak pernah mengeluh sakit. Hanya saja dari catatan medis di klinik LP, korban mempunyai riwayat penyakit ambien dan darah tinggi. Selain itu korban juga punya kebiasaan mandi tiap menjelang dini hari.

“Petugas medis belum mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Namun berdasarkan catatan medis korban memang punya riwayat darah tinggi dan ambien. Dia juga memiliki kebiasaan bangun dan mandi setiap dini hari. Mungkin korban ini terjatuh di kamar mandi,” jelasnya.

| Baca Juga:  Nahas, Ditabrak Sapi Kurban Tokoh Agama di Blitar Meninggal Dunia

Korban merupakan Napi kasus pencurian dengan pemberatan dengan masa hukuman penjara selama tiga tahun 10 bulan. Korban sudah menjalani hukuman selama satu tahun delapan bulan.

Korban ini juga pernah dipenjara di LP Muara Kapuas. Kasusnya sama pencurian dengan pemberatan dan pernah melarikan diri dari Lapas Muara Kapuas.

Sementara Kapolsek Kepanjenkidul, Kompol Agus Fauzi mengatakan dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kami sudah melakukan olah TKP di lokasi. Jenazahnya juga sudah kami visum dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” pungkas Agus Fauzi.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here