Beranda Ekonomi Bisnis Harga Tomat Hancur, Petani di Blitar Pilih Membusuk

Harga Tomat Hancur, Petani di Blitar Pilih Membusuk

BERBAGI
harga tomat anjlok
Petani tunjukkan tomat yang dibiarkan membusuk di lahan. Harga jual yang sangat murah membuat petani enggan memanen. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Harga tomat di tingkat petani Kabupaten Blitar turun drastis. Harga jual saat ini hanya Rp 500 perkilogram. Kondisi ini memaksa para petani membiarkan tomat membusuk di lahan. Karena harga jual di pasaran tak sesuai dengan biaya untuk memanen.

Salah satu petani yang membiarkan tomatnya membusuk di kebun adalah Erpani. Petani asal Kecamatan Talun ini mengaku dengan harga jual Rp 500 perkilogram petani sudah merugi. Apalagi jika ditambah biaya memanen. Maka petani harus mengeluarkan biaya lagi.

“Ini saja kita sudah rugi tidak sesuai dengan biaya saat awal menanam dulu. Jadi ya kita biarkan busuk di kebun. Soalnya kalau memanen, biaya untuk tenaganya banyak. Belum lagi ngantar ke pasar keluar bensin. Saya sudah rugi banyak, ndak ada dana lagi buat manen,” kata Erpani, Rabu (11/9/2019).

| simak video berita terkait:

Hal ini tak hanya dilakukan oleh Erpani. Beberapa petani lain di wilayah Kabupaten Blitar, juga melakukan hal yang sama. Seperti petani di wilayah Kecamatan Srengat, Ponggok dan Gandusari.

| Baca Juga:  Pelajar Tenggelam di Pantai Serang Berhasil Ditemukan

Stok Melimpah, Tanam Bersamaan

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasi Hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Blitar, Hikmah Wahyudi mengatakan stok tomat di pasaran sedang melimpah. Karena petani tomat bisa panen setiap bulan.

Tomat hasil panenan petani Blitar biasanya juga disetor ke pasar tradisional Ngronggo, Kediri. Namun karena petani Kediri juga pas musim panen, sehingga hanya sebagian kecil tomat petani Blitar yang diterima disana.

“Panen tomat ini kan bisa setiap bulan. Mungkin saat ini ada kesalahan pemilihan waktu tanam. Semua menanam tomat pas barengan semua. Karena mungkin cuacanya lagi bagus untuk menanam tomat,” kata Hikmah Wahyudi.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Yusuf Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here