Beranda Hukum Kriminal Ibu Bayi di Lapas Tulungagung Divonis 6 Tahun Penjara

Ibu Bayi di Lapas Tulungagung Divonis 6 Tahun Penjara

BERBAGI
lapas tulungagung
Nur Laila digiring petugas memasuki Lapas kelas 2 Tulungagung. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Masih ingat dengan Nur Laila, warga Desa Batokan Kecamatan Ngantru Tulungagung yang membawa serta bayinya untuk diasuh di dalam Lapas Kelas IIB Tulungagung? Ibu rumah tangga ini akhirnya dijatuhi vonis hukuman 6 tahun penjara karena terbukti menguasai sabu seberat 17,58 gram.

Humas Pengadilan Negeri Tulungagung, Yuri Ardiansyah yang ditemui awak media mengatakan, sidang pembacaan putusan atas perkara dengan terdakwa Nur Laila dilaksanakan pada Kamis (12/09) kemarin, sidang yang dipimpin oleh ketua hakim Marice Dillak tersebut memvonis terdakwa dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda 1 miliar subsider 6 bulan penjara. “sudah divonis pada Kamis kemarin, vonisnya 6 tahun penjara” ujar Yuri.

Vonis yang diberikan lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut terdakwa dengan 8 tahun penjara dengan denda 1 miliar sesuai dengan pasal pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Tuntutannya 8 tahun penjara namun vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan,” terangnya.

| Baca Juga:  Direhabilitasi, Sebagian Besar Pengguna Narkoba di Tulungagung Pelajar

|video rekomendasi untuk anda:

Vonis hakim ini diambil setelah majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa. Yuri menyebut hal-hal yang meringankan terdakwa diantaranya adalah pengakuan terdakwa yang mengaku menyesal melakukan perbuatan tersebut, kemudian sikap terdakwa yang sangat kooperatif, lalu usia terdakwa yang masih muda dan tidak pernah dihukum sebelumnya serta masih memiliki tanggungan balita yang membutuhkan kasih sayang orang tuanya.

Sedangkan yang memberatkan adalah, kepemilikan sabu yang tidak mendukung program pemerintah dalam rangka pemberantasan peredaran gelap narkotika, serta perbuatan terdakwa yang meresahkan masyarakat.

“Yang meringankan diantaranya karena masih memiliki bayi, dan tidak pernah dihukum sebelumnya, kalau yang memberatkan ya karena tidak mendukung program pemberantasan narkotika oleh pemerintah,” tuturnya.

Pihaknya masih memberikan waktu 7 hari pasca pembacaan vonis kepada terdakwa untuk pikir-pikir, apakah akan melanjutkan dengan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Yusuf Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here