Beranda Hukum Kriminal Ini Alasannya Laki-laki di Blitar Tega Cabuli Balita Tetangganya

Ini Alasannya Laki-laki di Blitar Tega Cabuli Balita Tetangganya

BERBAGI
MT pelaku yang tega mencabuli balita tetangganya, karena tidak dapat jatah istri.(foto:ana alana)

AGTVnews.com – Pelaku pencabulan terhadap seorang balita di Kecamatan Nglegok Blitar akhirnya tertangkap. Pelaku adalah MT (38 tahun) yang masih tetangga korban. Dari hasil interogasi, MT mengakui semua perbuatanya terhadap bocah berusia lima tahun itu.

MT mengaku tega melakukan aksi pencabulan karena tidak pernah mendapat jatah dari istrinya. Selama sebulan terakhir pelaku mengaku jika istrinya sibuk bekerja. Aksi bejat ini dilakukan di rumah paman korban yang sedang sepi.

“Waktu itu anaknya minta es campur setelah minum es saya ajak ke kamar. Anaknya tidak melawan baru menangis dan teriak setelah ibunya datang,” ungkap MT di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Blitar Kota, Selasa (10/9/2019).

Sementara Kasatreskrim Polres Blitar AKP Heri Sugiono mengatakan, MT diringkus polisi saat dirinya tengah berada di sungai. Pelaku sehari-hari bekerja menambang pasir di sungai aliran lahar Gunung Kelud.

| Baca Juga:  Pelaku Teror Pelemparan Lumpur Tertangkap, Apa Motifnya?

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Setelah menerima laporan, kami lakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti. Kita kemudian meningkatkan ke tahap penyidikan. Pelaku kita tangkap saat menambang pasir di sungai” ungkap AKP Heri Sugiono.

Kejadian ini, lanjut Heri dilaporkan ke unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota pada 2 September lalu. Usai tindakan bejat pelaku dipergoki oleh ibu kandung korban.

Menurut dia, korban sudah divisum di RS Bhayangkara Tulungagung. Berdasarkan hasil visum diketahui ada robekan di bagian kemaluan korban. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MT dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak.

“Dijerat dengan pasal 82 ayat 1 atau 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 (tahun) maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Heri.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here