Beranda Hukum Kriminal Polres Tulungagung Ungkap Kasus Pencabulan Aneh, Korban dan Pelaku Sama-sama Perempuan

Polres Tulungagung Ungkap Kasus Pencabulan Aneh, Korban dan Pelaku Sama-sama Perempuan

BERBAGI
pencabulan lesbian
Kepolisian Resort Tulungagung mengungkap kasus pencabulan dengan korban dan pelaku sama-sama perempuan. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung membongkar kasus persetubuhan yang melibatkan anak dibawah umur di wilayah Tulungagung. Namun kali ini pelaku dan korbannya sama-sama perempuan.

Dalam rilis yang digelar di Markas Polres Tulungagung, Rabu siang (11/9/2019) tersangka dalam tindak pidana ini turut dihadirkan. Pelaku bernama Melati (18 tahun) tidak banyak berkata-kata. Pelajar kelas 3 SMA ini tertunduk malu.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan pihaknya atas laporan masyarakat kepada pihak kepolisian.

| simak video berita terkait:

Dalam laporan tersebut dijelaskan adanya dugaan persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh Melati terhadap Mawar (16 tahun) pelajar SMA yang dulu pernah menjadi adik kelasnya saat masih SMP.

Menindaklanjuti laporan tersebut akhirnya polisi melakukan pengembangan dan benar saja ada pemesanan hotel yang dilakukan oleh tersangka pada Agustus lalu.

Tidak berhenti sampai disitu, kemudian pihak kepolisian kembali melakukan pemantauan hingga akhirnya pada Minggu (8/9/2019) kedua remaja ini kembali memesan kamar di Pama Hostel Tulungagung.

| Baca Juga:  Awas! Pemuda Macho Asal Jombang ini Cari Korban ABG di Medsos

Pihaknya yang mengetahui kejadian ini kemudian melakukan penggrebekan pada Senin (9/9/2019) pagi sekitar pukul 06.30 di kamar nomor 303.

“Kita gerebek pukul 06.30 di Pama Hostel, saat digrebek kondisi keduanya dalam keadaan tidak berpakaian,” beber AKBP Tofik.

Dalam penggrebekan tersebut pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, sprei, pakaian dalam, kaos serta bra.

Dihadapan penyidik, tersangka dan korban mengakui melakukan persetubuhan tersebut atas dasar suka sama suka. Namun karena orang tua korban tidak terima akhirnya keluarga melaporkan pencabulan tersebut untuk dilanjutkan sesuai proses hukum.

“Sebenarnya hubungannya suka sama suka, tidak ada transaksional, dua-duanya juga masih pelajar SMA. Tapi karena ada pihak keluarga yang tidak terima, ya harus diproses hukum,” ungkap Tofik.

Tofik menjelaskan, tersangka dan korban mengakui menjalin hubungan sejak bulan Juli yang lalu. Keduanya diindikasikan mengalami penyimpangan orientasi seksual.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Yusuf saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here