Beranda Ekonomi Bisnis Modal Nekat, Guru di Tulungagung Sukses Bisnis Minuman Rosella

Modal Nekat, Guru di Tulungagung Sukses Bisnis Minuman Rosella

BERBAGI
bunga rosella
Suwanto menunjukkan produk hasil olahan bunga rosella yang ditekuninya. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Memulai sebuah bisnis terkadang tidak cukup bermodal uang saja, namun juga perlu nekat. Itulah falsafah yang dipakai Suwanto, warga Desa Macanbang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung.

Bagaimana tidak, Suwanto yang berprofesi guru tidak tetap ini, berani berhutang Rp 175 juta untuk modal membeli bunga rosella kering dan mengirimkan ke negeri Brunei Darussalam.

Ditemui di rumahnya, pria ramah yang menjadi GTT sejak tahun 2007 ini mengaku menggeluti bisnis minuman berbahan bunga rosella ini dengan tidak sengaja. Meskipun saat ini sudah mengantongi omzet puluhan juta dan memiliki 6 karyawan, namun usahanya dimulai dengan susah payah.

Suwanto berkisah perkenalannya dengan bunga Rosella terjadi saat dirinya diminta bantuan seorang teman yang bekerja di Brunei Daruasalam. Temannya ini kepingin bisa pulang ke Indonesia namun dicegah oleh majikannya.

“Teman saya ini boleh keluar dari perusahaanya kalau ada yang bisa ganti kirim rosella, makanya nanya ke saya,” ujarnya.

| Baca Juga:  Susah Cari Sabun Yang Cocok, Ibu di Kediri Ciptakan Sabun Berbahan Dasar Alami

Untuk pengiriman awal, dirinya diminta mengirimkan bunga rosella sebanyak 1 ton dengan kualitas seperti sampel yang pernah dikirimkan sebelumnya. Suwanto menuturkan, saat itu harga 1 kilogram rosella kering Rp 175.000, artinya untuk mendapatkan 1 ton maka diperlukan uang sebanyak Rp 175 juta.

Jalan nekatpun diambilnya, dirinya terpaksa meminjam uang kepada teman-temannya untuk mengirimkan permintaan tersebut. Dirinya sudah pasrah dan pamit kepada istrinya jika pengiriman tersebut gagal maka dirinya memilih untuk tidak pulang karena bakal tak bisa membayar utang.

“Tapi ternyata pengiriman waktu itu terbilang lancar. Begitu dibayar dapat duit, langsung saya lunasi hutang-hutang saya,” bebernya.

Kendati pengiriman ke luar negeri sudah tidak lagi terlalu banyak seperti dulu, namun Suwanto terus memutar otak dan mencoba menemukan kelebihan dari bunga rosella. Mulai tahun 2013 sampai 2016 dirinya terus berusaha menemukan cara pengolahan yang tepat agar bunga rosella bisa dinikmati semua kalangan.

| Baca Juga:  Nyoss...Sambel Ndower Jarakan Tulungagung Bikinan Emak-emak dan Jendis

Tahun 2016 dirinya pernah menguji hasil fermentasi bunga rosella dan hasilnya tidak berbahaya dan bisa dikonsumsi. Setahun kemudian dirinya kembali mengujikan hasil fermentasi rosella ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Hasilnya sama bahkan ada sejumlah khasiat yang ditemukan dalam minuman tersebut.

Setelah dipasarkan ternyata produknya cukup digemari. Fermentasi bunga rosella banyak diminati masyarakat Tionghoa. Sedangkan olahan non fermentasi banyak diminati masyarakat lokal. Untuk variasi olahan, dirinya juga membuat kopi rosella.

“Yang Kopi ini dikenal karena bisa untuk terapi diabetes dan sakit lambung. Yang non fermentasi dijual Rp 3.500 perkilogramnya. Yang fermentasi ini jualnya 10.000 perbotol,” pungkasnya.

Kini dirinya masih berupaya mengajukan proses pengurusan di BPOM agar jangkauan pasar dari produknya bisa semakin berkembang.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor : Yusuf Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here