Beranda Peristiwa Terjaring Razia Satpol PP, Pemandu Lagu di Tulungagung Mengaku Jadi Korban Kekerasan...

Terjaring Razia Satpol PP, Pemandu Lagu di Tulungagung Mengaku Jadi Korban Kekerasan Seksual Pelanggannya

BERBAGI
R saat diperiksa di mako Satpol PP Tulungagung. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Seorang pemandu lagu, R (17 tahun) diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) Tulungagung. Gadis asal Turen Kabupaten Malang yang masih dibawah umur ini tidak bisa menunjukkan tanda pengenal saat digelarnya razia di warung kopi tempatnya bekerja Senin (9/9/2019).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, gadis ini mengaku telah menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tamunya, pada Minggu (11/08) yang lalu. Dihadapan petugas Satpol PP dirinya mengaku takut untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kasi informasi dan publikasi Satpol PP Tulungagung, A Nindya Putra mengatakan pihaknya yang mendapatkan pengakuan ini kemudian meminta R untuk membuat surat pernyataan, yang membenarkan pengakuannya bahwa dirinya telah menjadi korban kekerasan seksual.

“Ini buktinya dia buat surat pernyataan, tanda tangan materai, bahwa dirinya menjadi korban dipaksa berhubungan layaknya suami istri,” terangnya, Selasa (10/9/2019).

|video rekomendasi untuk anda:

 

A Nindya menjelaskan, R mengaku dipaksa melayani nafsu tamunya yang diduga merupakan salah satu perangkat desa di Tulungagung. Tindakan tersebut dialami R sekitar pukul 01.00 dinihari setelah warung kopi tempatnya bekerja tutup.

| Baca Juga:  5 Perupa Tulungagung Ramaikan PBSR 2018

“Saat warung kopi sudah tutup, kemudian R yang sudah ada di dalam kamar lalu pelaku masuk dan dikunci dari dalam, akhirnya dipaksa melayani nafsu pelaku,” ujarnya.

Nindya menambahkan, dari pengakuan korban, beberapa hari pasca kejadian tersebut, pelaku memberi uang. Karena takut pelaku marah, korban akhirnya mau menerima uang tersebut.

“Jadi sudah dilaporkan kepada pemilik warkop, kemudian dibilangin dari pada jadi masalah, lebih baik diterima saja,” pungkas Nindya.

Untuk penanganan lebih lanjut, Korban diantarkan petugas ke Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integfratif (ULT- PSAI) Kabupaten Tulungagung.

Sebelumnya, petugas Satpol PP Tulungagung menggelar razia kelengkapan ijin operasional warung kopi dan karaoke, Senin (9/9/2019). Dari razia tersebut R tidak dapat menunjukkan tanda pengenal. Sementara warung kopi tempatnya bekerja juga tidak memiliki izin.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here