Beranda Peristiwa Bea Cukai Blitar Musnahkan Barang Sitaan Senilai Setengah Miliar

Bea Cukai Blitar Musnahkan Barang Sitaan Senilai Setengah Miliar

BERBAGI
pemusnahan yang dilakukan oleh Bea dan cukai Blitar. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Blitar memusnahkan ribuan batabg rokok ilegal serta ratusan botol miras senilai lebih dari setengah miliar. Pemusnahan dilakukan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Blitar, Rabu (2/10/2019).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Blitar, Moch Arif Seijo Noegroho mengatakan, barang hasil penindakan yang dimusnahkan diantaranya 812.385 batang sigaret kretek mesin (SKM), 1.572 batang sigaret kretek tangan (SKT), 213 botol miras dan 28 liquid vape ilegal.

Barang yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan Bea Cukai Blitar dengan total mencapai Rp 595.416.245. Dari nilai tersebut negara dirugikan sebesar Rp 309.093.782.

“Kami memusnahkan barang hasil penindakan terutama barang kena cukai. Ini hasil penindakan selama tahun 2019, sebanyak 108 kali penindakan,” ungkap Arif Seijo.

|video rekomendasi untuk anda:

 

Arif menambahkan dari 108 kali penindakan itu Bea Cukai Blitar juga melakukan penindakan dua kasus peredaran rokok ilegal yang diproses pidana. Bahkan satu diantaranya sudah dijatuhi vonis dan tengah menjalani hukuman penjara.

| Baca Juga:  Ternyata, Jawa Timur Hanya Miliki 17 BNN Tingkat Kabupaten

“Tersangka kita amankan di wilayah Kabupaten Blitar dan telah dijatuhi putusan oleh Pengadilan Negeri (PN) Blitar. Pelanggarannya menjual rokok ilegal, vonisnya pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan dan denda Rp 25 juta subsider 1 bulan,” imbuhnya.

Arif menambahkan, pola peredaran rokok ilegal saat ini mulai bergeser. Untuk mengelabuhi petugas penjual biasanya tidak akan memajang rokok ilegal di etalase. Sementara konsumen juga menggunakan kode khusus jika hendak membeli rokok ilegal.

“Peredaran rokok ilegal belakangan ini kalau di survei tidak dijual secara vulgar. Mereka tidak memajang di etalase, namun disembunyikan. Dan membelinya dengan kode tertentu. Rata-rata dijual di toko-toko kecil,” pungkasnya.(*)

Reporter:Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here