Beranda Ekonomi Bisnis Kepepet Ekonomi, Warga Kediri Sulap Batok Kelapa Jadi Pundi-pundi Uang

Kepepet Ekonomi, Warga Kediri Sulap Batok Kelapa Jadi Pundi-pundi Uang

BERBAGI
Samsudin dan hasil kreasi limbah batok kelapa yang banyak diburu pelanggan. (foto: wiji guntoro)

AGTVnews.com – Berawal terdesak kebutuhan hidup, seorang warga Kelurahan Ngasinan Kota Kediri justru mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dari limbah batok kelapa. Samsudin bahkan kini bisa melayani pesanan untuk kerajinannya sampai ke luar negeri.

Arteri batok adalah rumah produksi Samsudin. Di tempat ini dia membuat kerajinan souvenir berupa sendok dan centong dari batok kelapa. Kreasi ini dibuat Samsudin dari limbah sampah tempurung kelapa dan juga kayu bakar. Bahan baku tempurung kelapa ia dapat dari pengepul kelapa, sedangkan untuk kayu didapatkan dari limbah kayu bakar.

Dalam proses pengerjaan. Syamsudin hanya menggunakan alat sederhana. Dibantu adiknya beragam kerajinan dihasilkan. Tidak hanya berupa sendok dan centong namun juga berupa garpu, mangkok, spatula dan berbagai macam lainnya.

| simak video berita terkait:

Menurut Samsudin dibutuhkan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan 1000 souvenir seperti sendok dan centong. “Kalau mudah kayak sendok atau souvenir, paling 1 bulan bisa 1000 buah. Tapi kalau untuk yang sulit seperti permintaan pelanggan, butuh waktu agak lama karena kita membuat pola yang baru. Yang susah itu detailnya,” jelasnya.

| Baca Juga:  Miniatur Truk Dari Limbah Mebel Laris Manis

Pesanan yang datang tidak hanya dari sejumlah daerah di Indonesia, namun juga dari permintaan dari luar negeri seperti China dan Hongkong. Samsudin menggunakan media online untuk memasarkan produknya. Selain itu dia juga memanfaatkan sejumlah ajang pameran sebagai media pemasaran offline.

“Untuk pemasaran saat ini ke pameran-pameran untuk offline nya. Tapi paling banyak penjualan lewat online baik facebook maupun instagram,” pungkas samsudin.

Produk arteri batok ini banyak dipesan sejumlah hotel, restoran dan Supermarket. Bentuk yang unik dan vintage, menjadikan produk kerajinan arteri batok ini memiliki pasar tersendiri. Dari hasil megolah limbah kelapa ini, Samsudin setiap bulan bisa mendapatkan omset sebesar Rp 5 juta rupiah.(*)

Reporter: Wiji Guntoro
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here