Beranda Peristiwa Sony Sandra Klaim Kepemilikan Tanah di Pantai Sine Tulungagung

Sony Sandra Klaim Kepemilikan Tanah di Pantai Sine Tulungagung

BERBAGI
Surat pemberitahuan dari pengacara Sony Sondra terkait pengosongan lahan di dekat Pantai Sine Tulungagung. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Sedikitnya 28 kepala keluarga di Dusun Kampungbaru Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, belakangan ini resah. Penyebabnya, lahan tempat tinggalnya diklaim milik pengusaha Sony Sandra asal Kediri.

Menurut salah satu warga, Mukilan, dirinya bingung dengan adanya surat tersebut. Warga yang tinggal di bibir pantai Sine itu mengaku diminta mengosongkan lahan yang saat ini ditinggali.

Surat pemberitahuan pertama diterimanya beberapa bulan yang lalu. Kemudian surat pemberitahuan kedua diterimanya pada bulan Agustus yang lalu.

Dalam surat tersebut diperintahkan agar pemilik rumah yang berdiri diatas lahan milik Sony Sandra, segera mengosongkan lahannya sebelum 30 September 2019. “Diminta mengosongkan lahan, padahal saya merasa tidak pernah menjualnya,” ujar Mukilan, Senin (14/10/2019).

| Baca Juga:  Sengketa Alih Fungsi Gunung Bolo, Dimenangkan Yayasan Perkumpulan Rukun Sejati

Mukilan menjelaskan, puluhan rumah di Dusun Kampungbaru mulai didirikan sekitar tahun 1980. Dirinya menjadi orang pertama yang mempelopori pembuatan rumah yang jaraknya sekitar 50 meter dari bibir pantai Sine tersebut.

Awalnya daerah tersebut adalah lahan yang hampir selalu terendam air saat air laut pasang. Namun karena pohon kelapa dan pohon waru yang ditanam warga semakin besar, akhirnya air laut bisa terbendung.

“Dulu orang ikut-ikutan mendirikan rumah, asal bikin aja semuanya, walaupun kalau ada ombak besar gitu air masih sampai di rumah,” ungkapnya.

| Baca Juga:  Tidak Terima Putusan Pengadilan, Yayasan Rukun Sejati Ajukan Banding

Aksi Mukilan ini kemudian diikuti oleh warga lainnnya, sehingga lokasi tersebut menjadi pemukiman baru khususnya warga yang berprofesi nelayan.

Mukilan mengaku ada beberapa warga yang akhirnya menjual rumah yang ada di lokasi tersebut. Namun dirinya sendiri selama 20 tahun sejak pendirian rumahnya tersebut, tidak pernah menjualnya kepada orang lain.

Karena bingung adanya klaim kepemilikan lahan tersebut, pihaknya kini mengadukan nasib ke DPRD Tulungagung. Tujuannya agar bisa dilakukan mediasi untuk mengetahui duduk persoalan sehingga tanah tersebut diakui milik Sony Sandra.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Linda Kusuma