Beranda Hukum Kriminal Anak Jadi Korban Bullying, Orang Tua Lapor ke Polisi

Anak Jadi Korban Bullying, Orang Tua Lapor ke Polisi

BERBAGI
ilustrasi aksi perundungan.(sumber:ist)

AGTVnews.com- Tidak terima anaknya menjadi korban bullying di sekolah, orang tua salah satu siswa kelas VII, sebuah SMPN di Kabupaten Blitar mengadu ke Satreskrim Polres Blitar. Akibat aksi perundungan yang diterima bocah tersebut tidak mau bersekolah.

Kapolres Blitar, AKBP Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan perundungan tersebut. Orang tua korban bullying datang ke Satreskrim Polres Blitar.

“Minggu siang kemarin orang tua korban datang ke Satreskrim Polres Blitar untuk membuat pengaduan. Kemudian diarahkan ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) untuk penanganan selanjutnya,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto, saat dikonfirmasi Senin (4/11/2019).

Kapolres menambahkan, unit PPA Polres Blitar langsung melakukan penyelidikan serta memintai keterangan keluarga korban dan korban. Tidak hanya itu, petugas juga menggali informasi ke sekolah tempat aksi bullying tersebut dilakukan.

“Nah karena TKP berada di sekolahan, jadi lebih mudah untuk melakukan penyelidikan. Tim sudah menggali informasi ke sekolah tersebut,” imbuhnya.

Selain proses penyelidikan pihak kepolisian juga melakukan visum fisik dan visum psikologis terhadap korban. Selain itu pihaknya juga mendatangkan tim trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis korban.

| Baca Juga:  Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Perbukitan Angker di Kabupaten Blitar

“Kanit PPA sudah koordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Blitar. Proses trauma healing kami utamakan. Karena berdasarkan informasi hal ini kan sesuatu yang sudah berulang kali dialami korban. Untuk itu kita pulihkan dulu psikis korban sambil berjalan proses penyelidikan,” tegasnya.

Sementara, polisi akan bertindak lebih pro aktif terhadap beberapa nama siswa yang disebut korban sebagai korban bullying.

“Mereka semua di bawah umur. Untuk itu kami akan melakukan tindakan yang pro aktif. Jangan sampai hal ini nantinya menghambat proses pendidikan mereka,” tuturnya.

Sementara dari keterangan keluarga, korban mendapatkan tindakan bullying terakhir saat Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019) lalu. Korban sempat pingsan dan diantar pulang ke rumah oleh pihak sekolah.

Sebelumnya korban juga sudah beberapa kali mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya. Keluarga juga sempat membawa korban ke RSUD Ngudi Waluyo untuk memeriksakan keluhan korban.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here