Beranda Hukum Kriminal Ini Motif Pembunuhan Pasutri di Tulungagung

Ini Motif Pembunuhan Pasutri di Tulungagung

BERBAGI
pelaku pembunuhan mengaku jengkel dengan ucapan korban. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Polres Tulungagung mengungkap motif pembunuhan pasutri Didik dan suprihatin warga Dusun Ngingas Desa/Kecamatan Campurdarat Tulungagung. Pasangan yang membuka jasa penitipan perpanjangan STNk tersebut tewas karena rasa jengkel pelaku.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, berdasarkan keterangan kedua tersangka, pembunuhan itu dilakukan pada Senin 05 November 2018 siang.

Saat itu keduanya datang kerumah korban dengan maksud menanyakan STNK milik Nando (25 tahun), yang sudah dititipkan korban sejak setahun yang lalu namun belum ada hasilnya.

Kemudian Nando masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Suprihatin, sedangkan Rizal menunggu diteras rumah. Karena jengkel dengan perkataan Suprihatin yang tidak mengenakkan, kemudian tersangka Nando angsung naik pitam dan memukul kepala korban menggunakan kaki meja dari marmer.

|simak video berita terkait:

 

“Motifnya tersangka ini menagih STNK miliknya yang sudah setahun dititipkan korban, tapi ndak ada kelanjutannya. Kemudian saat ditagih ini korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung tersangka Nando,” ujarnya, dalam pers rilis, Jumat (1/11/2019).

Nando yang mengetahui kondisi ini langsung mendekati korban dan membenturkan kepalanya ke tembok. Korban yang sudah terjatuh di lantai kemudian diseret oleh Rizal ke belakang tembok dan kembali dipukul bagian kepalanya menggunakan pecahan marmer.

| Baca Juga:  Polres Tulungagung Ungkap Kasus Pencabulan Aneh, Korban dan Pelaku Sama-sama Perempuan

“Nando ini yang awalnya melakukan pemukulan, kemudian Rizal membantu menarik dan memukul kepala korban,” terangnya.

Pandia menjelaskan, karena Nando sebelumnya sering kerumah korban untuk menanyakan masalah STNK, sehingga mengetahui jika di dalam rumah ada suami korban. Kemudian Nando mencari Didik yang sedang tidur siang.

Sama seperti yang dilakukannya pada Suprihatin, Nando memukulkan kayu ke kepala Didik sebanyak satu kali. Didik sempat terbangun dan mencoba menangkis dengan tangan kirinya saat Nando mengarahkan pukulan keduanya.

Namun kondisi korban yang lemah pasca pukulan pertama, tak berdaya menerima beberapa kali pukulan tersangka hingga meninggal diatas tempat tidur.

“Nando ini kan ndak cuman sekali kesana, jadi tahu masih ada suaminya makanya dicari dan dihabisi di kamar tidur,” ungkapnya.

Masih menurut Pandia, usai kejadian tersebut kedua tersangka langsung pergi meninggalkan rumah korban menggunakan sepeda motornya.

Satreskrim Polres Tulungagung menangkap kedua pelaku Deni Yonatan Fernando Irawan alias Nando (25 tahun) dan M.Rizal Saputra alias Rizal (22 tahun) di perkebunan kelapa sawit di kalimantan Selatan. Kedua pelaku kabur beberapa hari pasca melakukan pembunuhan.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here