Beranda Hukum Kriminal Ini Pembagian Peran Komplotan Pencuri Emas di Tulungagung

Ini Pembagian Peran Komplotan Pencuri Emas di Tulungagung

BERBAGI
pelaku pencurian toko emas di Tulungagung diamnakan petugas kepolisian Resort Tulungagung.(foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Komplotan pencuri emas di Tulungagung yang gagal beraksi dan justru tertangkap, memiliki peran masing-masing. Peran ini diotaki dan dibagi oleh Aminah (51 tahun) warga Kelurahan Karangroto Kecamatan Genuk Kota Semarang.

Menurut Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, komplotan maling perhiasan emas ini sudah beraksi di 18 lokasi. Aminah ini otaknya, dia ajak kedua anaknya dan 2 tersangka lainnya,” jelas Pandia, Jumat (29/11/2019).

Pandia menambahkan dalam menjalankan aksinya mereka memilih toko emas secara acak, mulai dari Semarang kemudian Wonogiri, hingga masuk Trenggalek dan Tulungagung. Awalnya mereka berkeliling memilih toko emas dimana saja yang menurut Aminah aman.

“Aminah yang memerintahkan mereka berhenti dan mulai beraksi. Tidak hanya sampai disitu saja, Aminah juga yang berperan membagi-bagi keuntungan dari hasil penjualan emas kepada masing-masing anggota komplotan.

| Baca Juga:  Gelar Razia Tambangan, Petugas Amankan Mesin Sedot Pasir Ilegal

“Upah yang mereka terima dari aksi ini cukup bervariasi, dari Rp 250 ribu sampai Rp 1.250.000, ” ucap Pandia.

Sementara itu, Aminah mengaku aksi yang dilakukan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Emas curian ini dijual acak di pinggir jalan. “Ya dijualnya dimana saja, asalkan bisa laku. Uangnya buat makan, karena suami sudah ndak ada, mau bagaimana lagi,” jelas Aminah.

Dalam melakukan aksinya, Aminah mengajak dua anaknya, Nur Rohman (24 tahun) dan Saiful Anas (31 tahun ) warga desa Blerong kecamatan Guntur Kabupaten Demak Jawa Tengah. Kedua pelaku berperan sebagai suami istri yang pura-pura membeli perhiasan emas.

| Baca Juga:  Ratusan Polisi Jalani Tes Urin, Satu Terdeteksi Positif

Satu tersangka lain yakni, Suharsih (40 tahun) warga Desa Blerong Kecamatan Guntur kabupaten Demak Jawa Tengah, serta satu pelaku lain yang berhasil kabur saat penyergapan.

Sebelumnya komplotan pencuri emas, gagal beraksi setelah satu pelaku dikenali oleh penjaga toko. Modus yang digunakan pelaku tiga orang berpura-pura menjadi pembeli, satu orang sebagai sopir, dan seorang lainnya mengamati situasi.Saat penjaga toko lengah, perhiasan tersebut dibawa kabur.

Dari 18 toko emas yang disasa, pelaku berhasil menjalankan aksinya 13 kali. Namun komplotan ini lupa, sudah beraksi dimana saja.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here