Beranda Advetorial Jamasan Gong Kiai Pradah Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Blitar

Jamasan Gong Kiai Pradah Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Blitar

BERBAGI
Bupati Blitar saat membuka kegiatan siraman gong kyai Pradah di pendopo Alun-alun Sutojayan. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi dirayakan dengan berbagai tradisi. Momen ini biasanya kental dengan akulturasi agama dan budaya. Salah satunya perayaan maulid Nabi di Kabupaten Blitar.

Di Blitar ini Maulid Nabi biasa disebut Mauludan. Tradisi Muludan ini diperingati dengan tradisi Jamasan Gong Kiai Pradah atau siraman Gong Kiai Pradah di alun-alun Kecamatan Sutojayan.

Agenda tahunan ini disaksikan ribuan orang dari berbagai daerah. Meski berada di tengah terik matahari, mereka rela menunggu saat pusaka berbentuk gong itu dibersihkan. Bahkan air bekas jamasan pusaka Gong Kiai Pradah ini diyakini bertuah dan disiramkan ke penonton.

| Baca Juga:  Ceritakan Relief Candi Penataran, Bupati Apresiasi Digelarnya Festival Kresnayana

Kegiatan Jamasan Gong Kiai Pradah ini dibuka Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo. Menurut Bupati, Pemkab Blitar akan terus melestarikan Jamasan Gong Kiai Pradah. Tujuanya selain melestarikan budaya, agenda ini juga menjadi ajang pemersatu masyarakat Blitar setiap tahunnya.

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Semua warga Kabupaten Blitar bersatu bersama-sama ikut berpartisipasi dalam acara ini. Walaupun beda agama namun tradisi ritual ini mampu mempersatukan kita untuk mendoakan para leluhur dan mengharapkan berkah dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Rijanto.

| Baca Juga:  Kabupaten Blitar Deklarasikan Bebas Perilaku BAB Sembarangan

Bupati menambahkan tradisi lokal ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2017 lalu.

Penetapan ini didasarkan pada proposal yang diajukan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar dan Pemprov Jatim pada pemerintah pusat di tahun 2016 silam. Setelah melalui berbagai kajian, akhirnya Kemendikbud pun menyetujui usulan ini.

“Sejak 2017 lalu tradisi asli Kabupaten Blitar ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” jelasnya.(KMF)

Advetorial Dinas Kominfo kabupaten Blitar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here