Beranda Peristiwa Kekeringan, Lahan Puso di Kabupaten Tulungagung Semakin Meluas

Kekeringan, Lahan Puso di Kabupaten Tulungagung Semakin Meluas

BERBAGI
kondisi sawah yang mengalami kekeringan. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Kemarau panjang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung. Kondisi ini mengakibatkan puluhan hektar sawah mengelami kekeringan dan puso.

Koordinator POPT Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan sesuai dengan data terbaru yang dimilikinya, pada musim tanam kedua pada bulan Oktober kemarin sampai sekarang tercatat 247 hektare sawah mengalami kekeringan bahkan 20 hektare diantarnya masuk dalam kategori puso.

“Untuk pusonya pada musim tanam pertama, itu seluas 31 haktare. Sedangkan pada musim tanam kedua ini tercatat 20 haktare tepatnya di daerah Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo. Jadi total untuk tahun ini saja sudah 51 haktare mengalami puso akibat kekeringan,” jelasnya, Senin (25/11/2019).

| Baca Juga:  Jemparingan, Panahan Tradisional Budaya Nenek Moyang Yang Eksis Kembali

Daerah yang mengalami kekeringan seperti kecamatan Pagerwojo, Tulungagung kota, Besuki, Bandung dan Campurdarat merupakan wilayah langganan kekeringan.

|video rekomendasi untuk anda:

 

Gatot memprediksi jumlahnya akan terus bertambah mengingat beberapa lokasi sawah masih mengandalkan irigasi dari air hujan.

Gatot menyebut, selain dikarenakan kemarau panjang, penyebab lain terjadinya kekeringan karena prioritas penggunaan air tanah saat ini lebih dimanfaatkan untuk ketersediaan air minum, mandi dan masak. Sehingga fokus untuk air irigasi sawah tidak terlalu banyak.

“Kalau tahun sebelumnya (2018) itu tidak ada kekeringan, tapi malah banjir karena tahun lalu curah hujan cukup tinggi,” jelasnya

| Baca Juga:  KPU Tulungagung Rilis Surat Suara Pilbub

Gatot berharap petani jagung maupun padi tidak terburu-buru memulai proses penanaman, terlebih mereka memanfaatkan lahan tadah hujan untuk irigasinya. “Ya ditunggu saja komando dari petugas. Jangan sampai terburu-buru dan ternyata prediksinya salah,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu petani Slamet mengatakan, saat ini belum memulai tanam padi dan masih mempersiapkan pembibitan. “Masih menunggu hujan dulu. Ini msih persiapan tanam lagi,” ujarnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma