Beranda Olahraga Kiprah Manajer Persik Kediri Benny Kurniawan: From Nothing to be Something

Kiprah Manajer Persik Kediri Benny Kurniawan: From Nothing to be Something

BERBAGI
'from nothing to be something ' Benny Kurniawan, manajer Persik Kediri.(foto:ist)

AGTVnews.com – Persik Kediri kembali ke Liga 1 dengan status sebagai juara. Praktis hanya butuh 3 tahun untuk bangkit dari kasta terendah Liga 3. Dibalik torehan emas ini ada seorang laki-laki yang memiliki peran cukup besar pada kebangkitan Persik Kediri.

Ya, dia adalah seorang Benny Kurniawan, Sang Manajer Persik Kediri. Siapa sangka, bapak satu anak ini dulunya nyaris tidak ada yang mengenal. Pun saat Persik masih malang melintang di Liga Indonesia.

Laki-laki berbadan subur ini mengawali kiprahnya di Kediri sebagai jurnalis dari media televisi ANTV pada tahun 2004. Karena profesinya ini, Benny kebetulan banyak meliput kegiatan Persik Kediri.

Dari sering meliput, akhirnya Benny kenal dengan sejumlah pengurus Persik Kediri. Alumnus Universitas Muhamadiyah Malang ini akhirnya memiliki kedekatan dengan Persik Kediri.

| simak video berita terkait:

“Awalnya saya cuma liputan-liputan saja. Pada saat itu saya sering datang ke Persik ini. Dari sini akhirnya saya kenal dengan pengurus dan manajemen Persik. Tapi kalau yang namanya sepakbola, saya memang suka,” ucap Benny kepada reporter AGTVnews.com.

Kisah berganti, pada tahun 2015 Persik tengah merombak manajemen. Karena telah memiliki kedekatan Benny terpilih sebagai bendahara. Jabatan inilah yang akhirnya menjadikan laki-laki kelahiran Maret 39 tahun lalu itu terjun total ke dunia persepakbolaan Kediri.

| Baca Juga:  Persik vs Persela, Pertaruhan Nama Besar Beda Kasta

Sayangnya pada tahun itu, persepakbolaan Indonesia tengah vakum tidak ada gelaran Liga. Hal ini karena adanya sanksi dari FIFA kepada PSSI.

Memasuki tahun 2016 debut Persik kembali dimulai. Pada saat itu Persik berada di Liga 2 namun harus terdegradasi ke Liga 3 karena adanya sanksi pailit dari PSSI. Persik dianggap tidak bisa membayar gaji pemainnya.

Pada tahun itu pula terjadi perombakan besar-besaran di tubuh Persik Kediri. Tidak hanya pemain namun pengurus ikut mengalami perubahan. Berawal dari bendahara, Benny akhirnya memegang jabatan sebagai manajer.

Banyak hal yang harus dilakukan Benny untuk menyelamatkan kondisi Persik saat itu. Kekalahan demi kekalahan diterima Persik Kediri. Bahkan mungkin pada saat itu Persik telah kehilangan pamornya sebagai klub papan atas.

“Akhirnya saya cari pemain-pemain baru. Ini bukan tanpa alasan, kalau pemain baru pasti masih memiliki semangat yang berapi-api dan pasti ingin menjadi terkenal. Berbeda dengan pemain yang sudah jadi. Nah semangat ini yang kita pupuk, cari talenta-talenta baru,” ucapnya.

| Baca Juga:  Juara Liga 2 Persik Kediri Kantongi 1,5 M

Tidak hanya mengganti sejumlah pemain, Benny juga melakukan hal gila lainnya. Yakni mengganti pelatih seminggu sebelum Liga 2 bergulir. Padahal pada saat itu komposisi pemain telah terbentuk, latihan rutin juga dilakukan. Hanya tinggal menunggu hari untuk memulai pertandingan.

“Kita perlu meningkatkan performa Persik Kediri. Saya melihat karakter pemain Makasar sangat pas dengan karakter permainan Persik Kediri ini. Akhirnya kita ganti pelatih dan alhamdulillah, sesuai dengan harapan kita,” jelas Benny.

Bukan perkara gampang untuk mengganti pemain maupun pelatih. Namun dengan keyakinan dan tekad kuat, Benny mampu menunjukkan pilihannya pada saat itu adalah tepat.

Tidak ada kiat khusus yang dijalankan Benny untuk klub yang dipandeganinya. Dia mengaku hanya memposisikan diri sebagai teman, bapak dan juga sahabat bagi para pemain. “Pemain tidak pernah kami bebani untuk menang. Biarkan mengalir saja dan lakukan yang terbaik,” tutup Benny.

Dari bukan siapa-siapa di dunia sepakbola, Benny Kurniawan membawa Persik kembali ke kastanya di Liga 1. From nothing to be something.(*)

Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here