Beranda Hukum Kriminal Korban Pengeroyokan Tewas, Polisi Masih Dalami Laporan Keluarga

Korban Pengeroyokan Tewas, Polisi Masih Dalami Laporan Keluarga

BERBAGI
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Dua orang warga Desa Majan Kecamatan kedungwaru yakni Samsul (22 tahun ) dan Dimas (22 tahun) menjadi korban pengeroyokan orang tidak dikenal di jalan Kapten Kasihin Tulungagung. Dari kejadian ini, satu diantara korban, Samsul diketahui meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi mengatakan keluarga korban sudah melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut, dan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

“Untuk perkara terkait ini masih dalam penyelidikan. Anggota juga sudah melakukan pendalam sejak saat laporan masuk ke kami. Ada dua korban, satu sudah meninggal dan satunya sudah kita mintai keterangan,”ujarnya, Jumat (1/11/2019).

| Baca Juga:  Sediakan Jasa Esek-Esek 50 Ribuan, Emak-emak di Tulungagung Ditangkap Polisi

Hendi menambahkan, pasca mendapatkan kabar Samsul meninggal dunia, pihaknya langsung datang ke RSUD untuk mengumpulkan rekam medik kondisi Samsul saat pertama kali datang dan meminta persetujuan keluarga untuk dilakukan otopsi namun keluarga menolak.

|video rekomendasi untuk anda:

 

“Keluarga tidak mau otopsi, namun dari beberapa rekam medik saat pertama datang ke RSUD itu sebagai bukti awalnya untuk bisa ditanyakan ke dokter,” tegasnya.

Petugas juga mengamankan CCTV di sekitar lokasi kejadian. Menurut Hendi dari rekaman CCTV bisa dilihat terjadinya pengeroyokan yang dilakukan oleh 4 orang kepada korban, namun belum banyak data detail yang disampaikan.

| Baca Juga:  Pelawak Percil Kecelakaan di Tulungagung

“Ada beberapa CCTV yang tadi kita lihat, ada beberapa potongan gambar yang menunjukkan peristiwa pengeroyokan itu. Ini masih kita dalami,” terangnya.

Sementara itu menurut kerabat korban, Arif, pasca pengeroyokan tersebut korban sempat pulang kerumah namun dalam keadaan memprihatinkan dan sulit diajak berkomunikasi. Kemudian pada pada Minggu (27/10/2019) pagi sekitar pukul 07.00 wib korban dibawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kalau diajak komunikasi bisa, tapi jawabnya singkat-singkat saja, terus akhirnya kita bawa ke rumah sakit. Dirawat beberapa hari kemudian meninggal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma