Beranda Hukum Kriminal Mengejutkan! 6 Korban Pedofil di Tulungagung Dibayar Pelaku

Mengejutkan! 6 Korban Pedofil di Tulungagung Dibayar Pelaku

BERBAGI

AGTVnews.com – Pengungkapan kasus persetubuhan sesama jenis dengan korban anak-anak kembali terjadi di Tulungagung. Kali ini Unit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengamankan Muanam (47 tahun) warga Desa/Kecamatan Boyolangu Tulungagung.

Selama proses pengungkapan kasus ini, aktivis Perlindungan Sosial Anak Integratif (PSAI) Tulungagung dilibatkan oleh pihak kepolisian untuk melakukan pendampingan korban.

Koordinator PSAI Tulungagung, Sunarto mengatakan, sejak pertama kali pengungkapan kasus ini pihaknya sudah melakukan pendampingan terhadap 6 korban. Mereka merupakan warga Tulungagung yang berusia sekolah setingkat SMA.

“Ada 6 korban yang kita dampingi. Sejak awal pendalaman sampai pengungkapan dan proses BAP di Polda kita selalu hadir,” ujar Sunarto kepada reporter AGTVnews.com, Selasa (26/11/2019).

| Baca Juga:  Aktor Intelektual Dibalik Akun Puji Ati Segera Terungkap

Menurut pengakuan para korban, beber Sunarto, setiap kali berhubungan dengan pelaku, mereka selalu mendapatkan imbalan berupa uang dan barang. Nominal uangnya beragam mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.

Kendati setiap berhubungan selalu mendapatkan uang dan barang, Sunarto menyimpulkan korban bukan berasal dari keluarga yang kekurangan. Sebab mereka mendapatkan uang saku harian dari orang tuanya kisaran Rp 25 ribu.

“Bukan dari keluarga tidak mampu. Soalnya dapat uang sakunya aja sehari untuk sekolah sampai Rp 25 ribu. Ini kan cukup besar,” ujarnya.

Sunarto menilai, gaya hidup dan tidak baiknya hubungan para korban dengan orang tua dan keluarga menjadi sumber masalah yang menyebabkan mereka terjerumus dalam kasus seperti ini. “Saya melihatnya para anak korba pedofil ini tidak diperhatikan (keluarganya). Mereka juga tidak saling terbuka,” tuturnya.

| Baca Juga:  Disoal Selebgram, Baliho Larangan Kiki Challange Diganti

Sunarto menyebut, pihaknya memberikan pendampingan kepada korban sejak pertama kali dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Hingga pasca proses penangkapan dan nantinya ketika mengikuti proses persidangan sebagai seorang saksi.

“Kita juga akan berikan pendampingan setelah proses pemeriksaan. Kita berikan pemahaman dan pendampingan, sampai nanti proses di pengadilan sebagai saksi korban,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor : Yusuf Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here