Beranda Hukum Kriminal Nyaru Jadi Anggota Polda Jatim, Pengangguran Ini Peras SPBU di Tulungagung

Nyaru Jadi Anggota Polda Jatim, Pengangguran Ini Peras SPBU di Tulungagung

BERBAGI
pengangguran ini mengaku sebagai anggota kepolisian daerah Jawa Timur dan peras korbannya.(foto: firmnato imansyah)

AGTVnews.com – Mengaku sebagai anggota Polda Jawa Timur dua pengangguran di Tulungagung diamankan petugas reskrim Polsek Tulungagung Kota.

Kedua pelaku yakni Rudiyanto (40 tahun) warga desa Gendingan kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung dan Juliyanto (24 tahun) warga kelurahan Bangsal kecamatan Pesantren kota Kediri.

Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Rudi Poerwanto mengatakan kasus penipuan dan pemerasan ini terungkap setelah dilakukan pendalaman terhadap laporan korban, Rambang Sandi Wahyudi (30 tahun) warga desa Macanbang Kecamatan Gondang. Korban diketahui sebagai karyawan SPBU Lembu Peteng Tulungagung.

| Baca Juga:  Diajak Mabuk dan Digagahi Teman Lelakinya, Dua Bocah Perempuan di Tulungagung Lapor Polisi

“Korban ini mengaku diperas oleh 2 tersangka yang mengaku anggota Polda Jawa Timur. Korban ditakut-takuti akan memperkarakan SPBU tempatnya bekerja, jika tidak mampu membayar sejumlah uang,” jelas Rudi, Rabu (13/11/2019).

Rudi menjelaskan kronologis kejadian , berawal saat kedua tersangka datang ke SPBU tempat korban bekerja. Keduanya kemudian mengambil foto SPBU dan mengatakan ada yang mencurigakan.

Korban yang takut ancaman tersebut kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta. Uang tersebut diserahkan kepada tersangka Julianto yang sudah menunggu di sekitar kebun belimbing Kelurahan Kedungsoko.

| Baca Juga:  Tidak Pulang, Pelajar 14 Tahun Mengaku Dicabuli Teman Facebooknya

“Tersangka ditangkap saat akan menerima uang dari korbannya. Kita sudah mengintai sebelumnya berdasarkan pendalaman dari laporan korban. Sedangkan tersangka lainnya yakni Rudiyanto behasil diamankan di sekitar kecamatan Kalidawir. Malah salah satu tersangka ini akan kabur ke Sumatra,”pungkas Rudi.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara. (*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here